RADARJOGJA.CO.ID –Bank Mandiri juga ikut mengembangkan sektor kepelabuhanan di Indonesia. Ini dilakukan secara individu maupun sindikasi. Hingga Oktober 2017, dana yang telah disalurkan sebesar Rp 7,84 triliun.

Sulaiman A. Arianto, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri mengungkapkan, proyek-proyek yang memperoleh pembiayaan dari Bank Mandiri, antara lain pembangunan Terminal Petikemas Belawan Fase 2 dan pembangunan terminal multi-purpose Kuala Tanjung di wilayah kerja Pelindo I, serta proyek pembangunan Makassar New Port di wilayah kerja Pelindo IV.

“Bank Mandiri juga telah memberikan pinjaman transaksi khusus kepada Pelindo III dan Pelindo IV sebagai belanja modal untuk penguatan pelabuhan eksisting, serta pengadaan alat-alat pelabuhan,” ungkap Sulaiman, saat berkunjung ke Yogyakarta, Jumat (17/11).

Ia meneruskan, pilihan memberikan pendanaan sekto tersebut karena komitmen bank plat merah ini ikut berperan aktif mengembangkan sektor kepelabuhanan. Harapannya, dukungan pada pemerintah tersebut memberikan solusi. Baik dari sisi pembiayaan maupun sisi kemudahan transaksional bagi pelaku sektor kepelabuhanan.

Diakui Sulaiman, perseroan menyadari besarnya kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan sektor kepelabuhanan sebagai infrastruktur utama dalam perekonomian akan menghubungkan beberapa pelabuhan sebagai lalu lintas kapal pengangkut di sepanjang wilayah Indonesia. Termasuk kebutuhan investasi pembangunan 24 pelabuhan utama yang diperkirakan mencapai Rp 70,6 triliun.

“Kami menetapkan sektor pelabuhan sebagai fokus untuk dikembangkan solusinya secara komprehensif, sehingga memudahkan setiap pelaku usaha di sektor ini dalam menjalankan proses bisnisnya,” katanya.

Bank Mandiri juga secara aktif mendukung Pelindo I-IV sebagai operator pelabuhan di Tanah Air melalui layanan transaction banking yang terintegrasi untuk mewujudkan pelabuhan yang berbasis digital, sehingga bisa meningkatkan kelancaran dan kemudahan transaksi kepelabuhan. Termasuk mendukung pengembangan transaksi cashless payment sebagai salah satu upaya mendukung program gerakan pemerintah non-tunai.

Pada sisi collection, Bank Mandiri memiliki layanan Mandiri bill collection, EDC closed payment, Mandiri Debit Co-Brand Card, dan layanan Mandiri autodebit yang semuanya bertujuan memudahkan dan mempercepat proses penerimaan dan rekonsiliasi. Selain itu, Bank Mandiri juga menyediakan e-Port Card yang merupakan kartu akses untuk masuk ke pelabuhan berbasis Mandiri e-money yang juga berfungsi sebagai alat pembayaran. Layanan Mandiri Cash Management yang terintegrasi dengan ERP nasabah juga dikembangkan untuk membantu proses pembayaran rekanan, operasional, gaji, serta tax secara real time dan efisien.

Sejauh ini, volume transaksi di pelabuhan pada Januari-Oktober 2017 tercatat sebesar Rp16,1 triliun. Ini dilakukan melalui jaringan e-channel Bank Mandiri dengan menggunakan berbagai layanan transaksional tersebut.(hes)