Biadab, Diperkosa Lalu Dibunuh

BANTUL – Sungguh memilukan. Itulah nasib yang menimpa Utami Dwi Cahyo, 27. Gadis tuna rungu wicara ini Sabtu (18/11) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya yang terletak di Dusun Plawonan, Argomulyo, Sedayu. Diduga gadis yang sehari-hari tinggal bersama kedua orang tuanya ini dibunuh usai diperkosa.

Dari informasi yang diperoleh, insiden memilukan ini diketahui pertama kali oleh kakak korban bernama Eka Rinangsih, 28. Saat itu, Eka yang tinggal di samping rumah korban ini sekitar pukul 09.45 ingin mengajak adiknya itu pergi berwisata ke Kota Jogja. Eka berusaha masuk melalui pintu belakang dan samping rumah, namun, kedua pintu tersebut tertutup.

Lalu, Eka masuk melalui pintu depan. Sesampainya di dalam rumah, Eka mulai curiga. Tak ada tanda-tanda bahwa adiknya beraktivitas. Kecurigaan itu kian menguat setelah melihat pintu kamar adiknya terbuka.

“Telentang tanpa busana. Badannya dingin,” ucap Eka menceritakan kondisi adiknya.

Melihat adiknya terbujur kaku, Eka spontan berteriak meminta tolong. Tak pelak, teriakan ini mengundang sejumlah warga berdatangan. Mereka lalu melaporkannya ke Mapolsek Sedayu.

Kapolsek Sedayu Kompol Sugiarta menduga gadis difabel ini tewas dibunuh usai diperkosa. Itu merujuk hasil pemeriksaan tim identifikasi Polres Bantul. Dari pemeriksaan diketahui ada bekas jeratan di leher korban. Kemaluan korban juga berdarah. Selain itu, dubur korban mengeluarkan kotoran.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa pelaku tidak hanya menghabisi korban. Pelaku juga membawa kabur sejumlah barang. Antara lain, televisi, kalung emas, dan uang Rp 4 juta.

“Untuk korban kami bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan,” ungkapnya.
Ayah korban, Surajito terakhir bertemu dengan anak gadisnya sekitar pukul 05.30. Kala itu, Surajito pamit ingin pergi ke Pasar Gamping untuk kulakan buah.

“Saya juga minta pintunya dikunci,” tutur pria yang berprofesi sebagai penjual buah keliling ini.
Sehari-hari, Surajito bercerita, anaknya tinggal sendirian di rumah. Kendati begitu, Utami punya kesibukkan membuat kerajinan tangan.

“Semoga segera tertangkap. Sangat keji,” ucapnya.(zam/ong)