SLEMAN – Gelaran Ngayogjazz 2017 sukses digelar di Dusun Kledokan, Selomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu (18/11/2017). Dihadiri ribuan penikmat jazz dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang datang dari luar negeri. Acara musik di tengah pedesaan tersebut menyisakan banyak cerita. “Jenengku ganti lho (namaku ganti lho),” kata Djaduk Ferianto kepada Radar Jogja, Minggu (19/11/2017).

Nama salah seorang penggagas Ngayogjazz tersebut ganti? Kapan gantinya? Siapa yang mengganti namanya? Ternyata, ada cerita lucu di balik banyolanbudayawan Jogja tersebut. Kaitannya masih berhubungan dengan Ngayogjazz 2017 di Kledokan.

“Kemarin (18/11/2017) aku diwawancarai oleh beberapa anak yang mengaku dari mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jogja. Merekakayaknyamasih semester awal. Lalu pertanyaan mereka pun dilontarkan,” cerita Djaduk yang sedang santai di Innside Hotel Jogja.

Apa pertanyaan pertama dari reporter newbie tersebut? ”Nama bapak siapa? Di Ngayogjazz berperan sebagai apa?” tanya reporter muda tersebut.

Dasar Djaduk suka berkelakar, dia pun menjawab pertanyaan tersebut dengan banyolan pula. “Nama saya Kamto. Saya di Ngayogjazz bertugas sebagai pembantu umum,” ujar Djaduk menjawab pertanyaan tadi. Bersamaan, reporter dari media lain, termasuk media televisi nasional, langsung mematikan rekaman videonya danngakak mendengar jawaban Djaduk tersebut.

Tak hanya sampai di situ kelucuan dari reporternewbietadi. Mereka melanjutkan pertanyaannya. “Ngayogjazz berlangsung dari jam berapa sampai jam berapa pak?” tanya mereka. Djaduk pun menjawab denganguyonan. “Jadi, Ngayogjazz ini tidak pakai jam. Takut kalau nanti dicopet,” kelakar Djaduk. Jawaban dia semakin membuat suasana wawancara semakinger-geran.

Djaduk bercerita, saking banyaknya jurnalis mahasiswa yang meliput Ngayogjazz 2017 , dia sering diwawancari anak kuliahan tersebut. Namun yang membuatnya geli, hampir semua reporter mahasiswa tersebut, menanyakan tentang tujuan Ngayogjazz digelar. ”Aku bilang ke mereka,mboknyari pertanyaan lain selain pertanyaan: apa tujuan diadakannya Ngayogjazz. Bosen jheaku ditanya itu terus. Hahaha,” kelakar Djaduk. (iwa)