RADARJOGJA.CO.ID -Sebanyak 8.750 pelari akan bersaing bedi ajang Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 pagi ini. Mereka akan menyusuri rute di kawasan pedesaan sekitar Candi Borobudur

Mereka akan disuguhi peman-dangan asri persawahan yang hijau dan keramahan warga sekitar.

Selain atlet-atlet lokal Jawa Tengah dan nasional, ajang bergengsi ini juga diikuti para pelari dari Kenya, Amerika Se-rikat, Jepang, dan lain seba-gainya. BJBM memperlomba-kan tiga kategori yaitu 10K, 21K, dan 42K.

Salah satu atlet nasional yang menjadi andalan adalah Agus Prayogo. Atlet yang berasal da-ri Magelang ini sudah mengik-uti Borobudur Marathon seba-nyak empat kali. BJBM ini dia jadikan juga untuk persiapan Sea Games mendatang. Ia pun mengaku penasaran dengan rute baru yang ditentukan pa-nitia BJBM 2017. Sesuai renca-na, rute marathon dilangsung-kan mengitari desa-desa di sekitar Candi Borobudur. “Ru-te baru ini membikin penasaran. Saya akan menikmatinya,” jelas pelari yang memiliki rekor ter-baik 1 jam 6 menit untuk kate-gori half marathon ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, acara ini merupakan perpaduan an-tara sport dan tourism. Lewat kegiatan ini dia juga mengajak masyarakat untuk hidup seca-ra sehat. Selain itu juga seka-lian berwisata ke Candi Boro-budur.”Kami optimistis, me-lalui acara ini kunjungan wi-satawan bisa meningkat. Baik dari lokal maupun mancane-gara,” katanya.

Penyelenggara memilih tema utama lomba kali ini “Reborn Harmony”. Tema ini mengang-kat kembali semangat keber-samaan dari para pegiat lari di Indonesia dan Jawa Tengah khususnya. “Candi Borobudur lahir karena harmoni. Persatu-an yang asri, asyik,” jelasnya.

Penyelenggara acara Budiman Tanuredjo menyampaikan bahwa, rute yang dilalui kali ini sangat unik. Terdiri dari multi heritage dan tidak kalah dengan rute lomba lari lainnya. “Rute ini sangat menarik, menantang, eksploratif,” jelasnya.

Pelari nantinya akan melinta-si hutan bambu, tiga candi, dan suatu pementasan dari warga sekitar. Mereka yang merupakan pelari “amatir”, maka bisa saja berhenti di spot-spot tertentu meluangkan waktu untuk ber-foto ria. Sedangkan pelari pro-fesional akan mengutamakan waktu untuk mencapai garis finish.”Kami harapkan rekor bisa dipecahkan di sini. Meski susah tapi tetap berusaha,” jelasnya.

Peserta yang tercatat akan men-gikuti lomba tersebut terdapat 8.750 atlet dari berbagai negara. Dari jumlah itu, 178 pelari dari luar negeri, dan paling banyak dari Kenya terdapat 51 orang. Dari Malaysia 22, Amerika 20, Jepang dan Singapura 12. Peny-elenggara menyediakan total hadiah Rp 2,6 Miliar untuk semua kategori lomba. “Dari sekian pendaftar, ada pelari dari Jepang yang sudah berusia 84 tahun. Ia sudah melanglangbuana,” kata-nya. (ady/din/ong)