JOGJA – Tim pelatih PSIM Jogja telah mempersiapkan gambaran skuad, untuk mengarungi musim mendatang. Sejumlah pemain, akan direkomen-dasikan kepada manajemen untuk tetap memperkuat Laskara Mataram. Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwato menyatakan seba-nyak 60 persen dari skuad saat ini, akan diperta-hankan untuk menjadi bagian dimusim men-datang.

Namun siapa saja nama-nama tersebut, pelatih asal Mage-lang, Jawa Tengah tersebut masih irit berbicara. “Sudah ada nama yang saya proyeksikan untuk tetap bersama di musim mendatang,” kata Erwan Sabtu (18/11).

Meskipun sudah mendapatkan gam-baran tentang skuadnya di musim mendatang, Erwan mengatakan ma-sih terlalu dini membicara kompetisi musim mendatang. Sehingga, langkah terdekat yang cukup relevan yakni mempersiapkan pertanggungjawab-an kepada manajemen atas capaian di musim ini.

PSIM Jogja terbilang satu-satunya tim asal Jogja yang bisa memenuhi target. Pada musim ini, target yang dicanangkan PSIM Jogja tidak muluk-muluk, yakni tetap bertahan di liga 2.

Sementara itu terkait dengan dua pemain anyar yang bergabung di babakplayoff,Fachri Muslim dan Supriyadi, Erwan mengapresiasi dua pemain tersebut. Terutama Fachri. Menurut Erwan pemain asal Makasar, Sulawesi Selatan tersebut bisa mem-beri warna tersendiri bagi PSIM. “Bagaimana ke depannyasaya serahkan ke manajemen,” terangnya.Pada musim 2017, Erwan selalu meng-andalkan skema 4-2-3-1. Komposisi yang diandalkan yakni di barisan depan ada nama Engkus Kuswaha dan Krisna Adi. Sementara itu barisan depan nama Dicky Prayoga, Hendika Arga, Dimas Priambodo, Andi Kurniawan, Raymond Tauntu, dan Fachri Muslim kerap men-jadi andalan.

Sementara di barisan belakang nama Riskal Susanto, Ayub Antoh, Edo Pratama, Ahmad Taufik, Diaz dan M Rifky juga kerap masuk dalam starting line up. Sementara untuk penjaga ga-wang, setelah pensiunnya Ony Kurnia-wan dan Tito Rama yang mengalami cedera, nama Ivan Febri yang menjadi diprediksi menjadi penjaga gawang utama PSIM di musim mendatang.

Sementara itu striker Engkus Kuswaha menyatakan siap untuk kembali ke PSIM bila masih masuk dalam proyeksi komposisi di musim mendatang. Dinamika dalam tim seperti keterlam-batan gaji pemain, tidak akan menyu-rutkan semangat untuk tetap berkostum parang biru.

“Semoga ke depan manajemen lebih baik. Kalau diminta untuk kembali lagi saya selalu siap,” jelasnya.Senada dengan Engkus, bek Riskal Susanto pun menyatakan masih ber-harap bisa berkostum PSIM Jogja di musim mendatang. Kecintaan ter-hadap Jogja, menjadi salah satu alasan, pemain asal Pulau Borneo ini enggan pindah ke lain hati.

“Kami pemain yakin ke depan ma-najemen lebih baik. Saya pun masih akan selalu senang ada di Jogja. Di sini suasananya sudah seperti kelu-arga dan kotanya juga nyaman,” tan-dasnya. (bhn/din/ong)