GUNUNGKIDUL – Pengiriman pupuk bersubsidi di Gunungkidul terlambat. Jumlah pupuk bersubsidi yang belum dikirim jumlahnya lebih dari 966 ton.

Kepala Gudang Pupuk Lini III Wonosari Rohmat Rudiyanto mengatakan kekosongan pupuk bersubsidi sudah terjadi sejak Kamis (16/11/2017). Terjadi kendala pengiriman dari Cilacap.

“Kapalnya mengalami keterlambatan. Padahal bulan ini memasuki musim panen, kebutuhan pupuk di tingkat petani sangat tinggi,” kata Rohmat Rudiyanto, Senin (20/11/2017).

Dikatakan, pupuk keluar dari gudang setiap hari rata-rata 150 ton. Namun, lantaran persediaan kosong, distribusi ke sejumlah agen dan pengecer terhambat.

“Mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk, untuk sementara dipasok dari daerah lain,” ujar Rohmat.

Misalnya, kebutuhan pupuk di Kecamatan Ngawen dan Semin diambil dari Klaten. Sedangkan untuk kecamatan lain dipasok dari Gudang Pupuk Maguwoharjo, Sleman.

“Namun kami yakin dalam waktu dekat persediaan pupuk kembali normal pada 22 November 2017. Rencananya 966 ton pupuk akan dikirimkan, dan pada Desember ada penambahan stok,” kata Rohmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Brono berharap kendala distribusi pupuk segera diatasi. Sebelumnya, pengiriman pupuk lancar.

Dari alokasi pupuk urea bersubsidi 11.839 ton, sudah ditebus petani 7.880 ton. Sementara jenis pupuk NPK dari alokasi 5.435 ton, sudah ditebus petani 4.992 ton.

“Pupuk yang sudah terdistribusi sekitar 80 persen. Kekurangannya nanti selesai pada sisa bulan ini dan Desember pasti rampung,” kata Bambang. (gun/iwa)