SLEMAN – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman Jazim Sumirat memastikan distribusi blangko e-KTP semakin lancar. Belum lama ini Kabupaten Sleman mendapat jatah 10 ribu blangko dari Pemprov DIJ. Selanjutnya blangko tersebut didistribusikan ke 17 Kecamatan sesuai kebutuhan.

Meski begitu, diakuinya jumlah tersebut belum ideal. Terlebih jumlah pemohon di Sleman tergolong tinggi. Disdukcapil maupun pemerintah kecamatan menerbitkan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti sementara E-KTP.

Dia menjelaskan, blangko sudah turun sejak 27 Oktober lalu. Sistematika pembagian per kecamatan berbeda. Jika data print ready record (PRR) diatas 2 ribu menerima 700 keping, jika antara 1.500 hingga 2 ribu menerima 600 keping. Antara seribu hingga 1.500 menerima 500 keping, lalu 500 hingga seribu menerima 400 keping. “Jika PRR dibawah 500 hanya menerima 300 keping,” jelasnya kemarin (20/11).

Dia menambahkan tidak semua blangko didistribusikan ke kecamatan. Disdukcapil juga menyimpan beberapa blangko e-KTP. Karena pihaknya juga turut melayani pembuatan e-KTP. Hanya, pelayanan tetap diutamakan di setiap kantor kecamatan.

“Sekarang sistemnya, habis baru mengajukan, untuk mengoptimalkan jatah yang ada. Diprioritaskan warga yang merekam terlebih dahulu. Bisa lebih optimal karena saat ini setiap Kecamatan sudah memiliki alat perekam sendiri,” ujarnya.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sleman Endang Mulatsih menjelaskan angka kebutuhan blangko di Sleman masih tinggi. Berdasarkan data terbaru jumlah kebutuhan blangko mencapai 77 ribu.

Jumlah ini sendiri merupakan kalkulasi perkiraan jumlah PRR ditambah penerbitan surat keterangan (PRR). Sementara dari distribusi blangko sebelumnya tersisa 2.657 keping. Hanya saja dari total sisa keseluruhan, 403 keping di antaranya tidak layak pakai.

“Jadi kalau berdasarkan data, Sleman membutuhkan tambahan blangko sekitar 75 ribu. Jumlah PRR hingga 20 November mendapai 17.372, sementara jumlah cetak sudah mencapai 41.343 keping,” jelasnya. (dwi/ila)