JOGJA – Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang tidak mengenal profesi. Di kalangan TNI AD pun kerap ditemukan penyalahgunaan narkoba.Nah, guna mengantisipasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan TNI AD, Kodim 0734/Kota Jogja bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jogja menggelar sosialisasi bahaya narkoba.

Kepala BNN Kota Jogja AKBP Siti Alfiyah mengatakan, meski tidak ditemukan penyalahgunaan narkoba pada prajurit Kodim 0734/Kota Jogja, perang terhadap narkoba harus terus digalakan. Di Jogjakarta, pengguna narkoba tidak hanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Profesi apa pun cukup rentan disusupi barang haram ini.

“Kami ingin mengingatkan bahaya narkoba bagi siapa pun. Jangan sampai karir hancur karena narkoba,” pewan Siti, Senin (20/11).

Siti berharap koordinasi dan kerja sama antarinstansi pemerintahan, terutama TNI-AD dengan BNN Jogja bisa terjalin baik. Terutama dalam upaya melakukan pencegahan dan pengawasan peredaran narkoba. Hal tersebut sebagai jaminan masa depan bangsa Indonesia bebas narkoba, khususnya di wilayah Jogjakarta.

Kepala Staf Kodim 0734/Kota Jogja Mayor Inf M. Munasik menyatakan, untuk mengantsipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan TNI, lembaganya secara berkala menggelar ter urine. Tes urine selalu dilakukan secara dadakan. “Kami inginkan prajurit TNI terbebas dari narkoba. Karena kami ingin menjadi garda terdepan untuk memberantas narkoba,” ujarnya.

Munasik berharap, setiap personel TNI Kodim 0734/Kota Jogja mampu mengaplikasikan materi bahaya narkoba dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu guna mengatisipasi jerat narkoba. Prajurtit TNI juga dituntut melakukan upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba, baik di tingkat kesatuan maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing. (bhn/yog)