JOGJA – Ibu-ibu zaman now sudah selayaknya tak sebatas mengurus rumah tangga. Kaum Hawa yang tak memiliki profesi tertentu pun bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Salah satunya dengan membuat kerajinan dari lilin.

Seperti yang diajarkan Andi Purnawan Putra, pemilik usaha kerajinan lilin hias dengan merek Pensil Terbang. Andi menunjukkan kebolehannya membuat kerajinan lilin kepada 50 anggota Dharma Wanita di Balai Kota Jogja, Senin (20/11). “Bahannya mudah didapat. Dari lilin yang biasa untuk membatik,” ujarnya.

Andi menambahkan, selain bahan mudah diperoleh, peralatan pembentuk lilin pun sangat sederhana. Bisa menggunakan peralatan memasak di dapur. Dengan begitu, hanya diperlukan kreativitas dalam pembuatannya.

Sampai sekarang Andi sudah membuat puluhan jenis kreasi suvenir dan aroma terapi sejak 1997. Lewat hasil karyanya itulah Andi mampu mendapatkan pundi-pundi rupiah. Hanya dengan modal Rp 5 ribu, Andi mencontohkan, bisa dibuat produk kerajinan lilin seharga Rp 25 ribu – Rp 100 ribu untuk dijual di hotel-hotel. “Itu membuktikan kreativitas mampu menciptakan keuntungan ekonomi,” tegasnya.

Pria yang membuka usaha di wilayah Prawirodirjan itu menambahkan, kreativitas bisa didapatkan dari hal-hal yang remeh. Sebagai tambahan penghias lilin, Andi menggunakan bunga bekas dari toko-toko bunga di kawasan Kotabaru, yang selama ini hanya dibuang begitu saja. “Selama ini hanya jadi penghias lilin, padahal mungkin kita tidak tahu jangan-jangan bunga tersebut menghasilkan zat-zat tertentu,” tuturnya.

Penasehat Dharma Wanita Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun mendorong para perempuan di wilayahnya untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Menurut dia tambahan penghasilan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan keuangan keluarga. Tapi juga kesehatan mental, karena mereka melakukan kegiatan positif. “Jadi tidak hanya mengandalkan amplop dari suami. Perempuan juga memiliki amplop sendiri,” ungkapnya. (pra/yog)