RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Sejumlah kader Partai Golkar merasa cemas dengan masa depan depan partai pasca ditahannya Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) oleh KPK akibat menjadi tersangka kasus e-KTP. Mereka khawatir jika tidak segera diambil tindakan nyata, nasib partai yang pernah berkuasa di era Orde Baru itu semakin terpuruk.

“Belajar dari pengalaman di era reformasi ketua umum partai politik yang kesandung kasus korupsi berimbas anjloknya perolehan suara partai tersebut di pemilu. Partai Golkar harus mencari kata kunci penyelesaian masalah, sehingga tidak menjadi bulan-bulanan masyarakat luas,” ungkap Ketua Dewan Pertimbangan DPD Tingkat I Partai Golkar DIJ Gandung Pardiman saat menggelar keterangan pers di Gandung Pardiman Center (GPC) Imogiri, Bantul, Minggu (19/11).

Dikatakan, masalah hukum adalah persoalan pribadi. Namun realitasnya sanksi sosial menimpa Golkar secara dasyat. Dia mengibaratkan, kasus e-KTP yang membelit Setnov seperti puting beliung yang menerpa partainya. Karena itu dibutuhkan soliditas yang kuat. Kepentingan partai harus diutamakan. Setiap kader dituntut berpikir jernih. Peran tokoh dan pengurus partai di daerah menentukan hancur tidaknya Golkar ke depan.

“Jangan sampai pohon beringin kita tumbang gara-gara ada dahan yang terkena hama. Sesulit apapun kita harus berani mengambil sikap. Selamatkan partai,” ajak Gandung.

Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini mengingatkan, peran DPD tingkat I sangat menentukan hancur tidaknya partai. Jika salah langkah, partai yang menjadi korban. Karena itu kader daerah harus berani berjuang demi kepentingan Golkar.

“Sejarah kelam akan menulis, Golkar hancur karena peran daerah tidak progresif. Langkah penyelamatan partai harus digerakkan. Sepi ing pamrih rame ing gawe, demi Golkar. Kami kritis usulan musyawarah luar biasa (munaslub),” seru mantan koordinator DPD-DPD tingkat I se-Indonesia ini.

Dari catatan Gandung saat ini ada 21 pengurus DPD tingkat I setuju digelar munaslub. Sedangkan satu DPD menolak dan delapan lainnya bersikap abu-abu. Untuk menyelamatkan partai, pria yang berulang tahun setiap 25 Februari itu menargetkan Desember nanti harus sudah ada kepastian.

“Pak Setnov itu orang baik. Yang utama bagimana partai bisa selamat. Harus ada perubahan dan sikap legawa,” pinta ayah tiga anak ini.

Di tempat sama, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Tingkat I Partai Golkar DIJ Johanes Serang Keban menyarankan agar Setnov mundur dari ketua umum partai. Selanjutnya, ketua DPR RI itu bisa lebih berkonsentrasi dengan kasus hukumnya.

“Sebaiknya ada jiwa besar. Jalan terbaik Pak Setnov mengundurkan diri secara terhormat,” ujarnyan didampingi Wakil Ketua DPD Tingkat I Bidang Kaderisasi Deddy Suadi Siregar.

Selain menyerukan penyelamatan partai melalui munaslub, dalam waktu dekat akan menyikapi nasib Golkar itu akan diadakan seminar nasional. Temanya “Memperkokoh Soliditas untuk Mencari Jalan Keluar Terbaik Demi Penyelamatan Partai Golkar”.

Seminar ini akan menghadirkan pembicara utama Ketua Umum Partai Golkar 1998-2004 Akbar Tanjdung, Guru Besar Ilmu Politik UGM Prof Dr Purwo Santoso dan kader senior Golkar Zainal Bintang.

Suara bernada prihatin juga disampaikan mantan Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Gunungkidul Slamet. Dia mengajak semua kader di daerah bersikap dewasa dan tidak emosional menghadapi situasi saat ini. Dikatakan, Golkar tidak bertumpu pada ketua umum. Namun pada soliditas seluruh pengurus, anggota dan didukung simpatisan. (kus/gun/ila/ong)