Agus Prayogo Unggul di Kategori Half Marathon

RADARJOGJA.CO.ID – MUNGKID – Seperti pada pagelaran Borobudur Marathon sebelumnya, pelari dari Kenya kembali menjadi juara. Beberapa kategori lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 dikuasai atlet dari Kenya.

Bahkan ada tiga kategori lomba, mulai peringkat satu sampai tiga diduduki pelari dari negara benua Afrika tersebut.Di antaranya seperti Borobudur 10K Open Female, Half Marathon Open Female, Marathon Open Male.

Untuk Borobudur 10K Open Female dikuasai Edinah Jeruto dengan catatan waktu 35 menit 13 detik, Marathon Open Male juara satu Kiprop Tonui dengan catatan waktu 2 jam 26 menit 20 detik, dan kategori Half Marathon Open Female dijuarai Rosemary Mumo dengan catatan waktu 1 jam 13 menit 46 detik.

“Lomba Marathon di tempat lain memang dikuasai Kenya. Tidak hanya di Indonesia, tapi di luar negeri juga demikian. Masih wajar,” kata atlet nasional Agus Prayogo kemarin (19/11).

Agus merupakan atlet asli Magelang yang tengah mempersiapkan diri untuk kejuaraan Sea Games. Dia meluangkan waktu untuk pulang dan ikut lomba lari Borobudur Marathon di tanah kelahirannya.

Agus Prayogo sendiri menjadi pemenang dalam kategori Half Marathon dengan catatan waktu 1 jam 12 menit 03 detik. Di belakangnya ada pelari Nurshodiq dengan catatan waktu 1 jam 12 menit 06 detik. Agus lebih dulu sampai garis finis, hanya selisih 3 detik dari Nurshodiq.

“Kendala event kali ini ada pada rute, terlalu banyak jalan yang naik-turun. Rutenya juga banyak tikungan. Kendala personal race, maka mengurangi kecepatan,” jelas dia.

Rute Borobudur Marathon tersebut mengitari desa-desa di sekitar Candi Borobudur. Tidak hanya melintasi ruas jalan raya, tetapi juga jalan perkampungan yang ada pemandangan persawahannya. Meski ada jalan naik turun dan berkelok, Agus pun tidak mempermasalahkannya.”Dari sisi sport tourism, sudah sangat tepat,” ungkapnya.

Beberapa kategori lari yang ada, waktu start-nya tidak dilangsungkan secara bersamaan. Ada rentan waktu tertentu agar pelari tidak berdesak-desakan. Para pelari, sempat disambut hujan meski tidak terlalu deras.

“Sebenarnya hujan sangat berpengaruh bagi pelari. Tapi hujan tadi (kemarin) itu bersahabat, hanya gerimis. Berguna untuk mengurangi dehidrasi,” jelas Agus yang merupakan warga Kota Magelang ini.

Borobudur Marathon kemarin diikuti ribuan pelari dari beberapa daerah di nusantara. Sebanyak 8.754 peserta hadir dan ikut bertanding dalam BJBM 2017. Pelari berasal dari 26 negara selain Indonesia, seperti Kenya, Ethiopia, Malaysia, dan lainnya. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga ikut berlari pada lomba tersebut.

Panitia memilih tema utama Reborn Harmony. Mengangkat kembali semangat kebersamaan dari para pegiat lari di Indonesia dan Jawa Tengah khususnya, dan dunia pada umumnya.

“Candi Borobudur itu dinilai lahir karena adanya harmoni antarumat beragama,” ujar Penyelenggara acara Budiman Tanuredjo.

Budiman menyampaikan, rute yang dilalui kali ini sangat unik. Terdiri dari multi heritage dan tidak kalah dengan rute lomba lari lainnya. “Rute ini sangat menarik, menantang, eksploratif,” jelasnya.

Dia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan elemen lain yang terlibat di acara ini. Berlangsungnya acara ini bukan sebuah kerja sesaat. Tetapi merupakan persiapan kerja yang sudah berlangsung lama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Urip Sihabudin mengatakan, event ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui wisata olahraga akan semakin bisa menambah wawasan dan pertemanan.

“Bahkan bisa mendorong pertumbuhan sektor ekonomi,” jelasnya.

Hal ini berkaitan dengan jumlah wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara yang diharapkan terus berdatangan. Pariwisata salah satu yang menjadi tumpuan masyarakat di Jawa Tengah.

“Saat ini, sekitar 75 persen pertumbuhan sektor pariwisata diperoleh dari wisata olahraga. Yaitu, sport tourism,” ungkapnya. (ady/ila/ong)