RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Hingga kemarin (19/11) kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Utami Dwi Cahyo, 27, masih buram. Namun, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo optimistis kasus memilukan yang menimpa gadis tunarungu-wicara dari Dusun Plawonan, Argmomulyo, Sedayu, Bantul ini segera terungkap. “Mudah-mudahan dalam beberapa waktu dapat segera dirilis,” ucap Angga, sapaannya, kemarin.

Ada beberapa penekanan dalam penyelidikan terhadap kasus yang terjadi Sabtu (18/11) ini. Antara lain, jumlah pelaku. Polisi menduga jumlah pelaku bisa lebih dari seorang. Itu melihat beberapa barang berharga di rumah korban yang raib. Seperti televisi, kalung emas, dan uang Rp 4 juta.

“Itu (jumlah pelaku) termasuk bahan lidik,” lanjutnya.

Satu langkah lebih maju disampaikan Kapolsek Sedayu Kompol Sugiarta. Dia mengklaim telah mengantongi jumlah pelaku tindak kekerasan itu. Namun, dia enggan membeberkannya. “Nanti, kan ada hasilnya,” kelitnya.

BACA JUGA:Biadab, Diperkosa Lalu Dibunuh

Dalam kesempatan itu, Sugiarta juga menyinggung keterkaitan antara korban dan pelaku. Dia menduga, mereka saling kenal. Kendati begitu, Sugiarta memastikan, pelaku merupakan orang luar wilayah sekitar tempat tinggal korban. “Bukan tetangga,” ucapnya.

Dugaan kepolisian ini klop dengan sejumlah kesaksian tetangga korban. Salah satunya, Dwi Kurnia. Menurutnya, selama ini tak pernah ada gelagat orang mencurigakan di sekitar rumah korban saat kejadian sekitar pukul 08.00.

Dugaan di antara mereka saling kenal diperkuat petunjuk lain. Usai kejadian, polisi menemukan plastik bekas bungkus minuman dan nasi dalam rumah korban yang diduga milik pelaku. “(Korban) tak biasa keluar rumah beli makanan dan minuman,” ungkap Kurnia.

Sebagaimana diketahui, Dwi Utami Cahyo ditemukan tewas di kamarnya sekitar pukul 09.45, Sabtu (18/11) lalu. Kejadian itu diketahui pertama kali oleh Eka Rinangsih, 28, kakak korban. Saat itu, Eka yang tinggal di samping rumah orang tuanya, bermaksud mengajak korban pergi ke Kota Jogja. Eka pun mengaku histeris ketika melihat tubuh adiknya terbujur kaku di kamarnya dalam kondisi telanjang.(zam/yog/ong)