SLEMAN – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman A.A Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri mengungkapkan perlu adanya restorasi arsip di setiap desa. Sebab, mayoritas umur arsip di Kantor Desa tergolong tua. Salah satunya adalah Letter C yang menjadi arsip pokok pertanahan.

Ayu menuturkan, sebagian arsip ditemukan dalam kondisi rusak. Terbukti belum lama ini timnya merestorasi ribuan arsip Letter C di Girikerto, Turi. Selain termakan usia, adapula arsip yang robek. Bahkan untuk menyentuh perlu perlakuan khusus.

“Bentuknya sudah remek, padahal Letter C itu masih dibutuhkan hingga kapanpun. Jadi harus segera direstorasi agar pendataan tetap akurat,” jelasnya kemarin (20/11/2017).

Dia tidak menampik upaya restorasi tidaklah mudah. Perlu ketelatenan, terlebih kertas-kertas arsip tergolong berumur. Cara perawatan yang salah justru bisa menambah kerusakan arsip. Meski tidak menyebutkan angka pasti, namun setiap desa memiliki arsip hingga ribuan.

Mengenai wacana digitalisasi arsip, Ayu menjelaskan detailnya. Pemanfaatan teknologi digital ternyata belum sepenuhnya bermanfaat. Terbukti untuk sebuah legalitas dan syarat administrasi, penyertaan arsip kertas tetap dibutuhkan.

“Sifatnya saling melengkapi, digital untuk menyelamatkan arsip kertas, tapi untuk syarat kondisi tertentu penggunaan arsip kertas tetap dibutuhkan. Restorasi juga tidak bisa asal untuk menjaga keaslian arsip,” ujarnya.

Kasi Pengelolaan Arsip Statis DPK Sleman Widiastuti mengungkapkan, setidaknya sudah ada belasan desa melakukan restorasi. Untuk saat ini DPK Sleman sendiri tengah fokus pada Sleman kawasan utara. Khususnya yang terdampak langsung erupsi Merapi 2010.

Dia mengungkapkan kerusakan didominasi oleh cara penyimpanan. Umur kertas sendiri tergantung dari cara perawatan dan penyimpanan. Selain suhu yang tepat, pemerintah desa wajib mengantisipasi adanya rayap kertas.

“Kenapa dari utara dulu, selain erupsi kawasan utara juga tergolong lembab tinggi. Dampak pada kertas tentu tinggi, bisa berjamur. Untuk saat ini baru kawasan Turi seperti, Argomulyo, Girikerto, Wukirsari, Wonokerto, adapula Merdikorejo di Tempel,” jelasnya.

Upaya restorasi Letter C ini melengkapi restorasi arsip peta desa. Hingga saat ini seluruh peta milik 86 desa sudah rampung digarap. Sama halnya dengan Letter C, keberadaan peta desa juga penting. Selain mengetahu perbatasan juga status tanah di setiap desa. Sayangnya upaya restorasi masih terhambat peralatan. DPK Sleman menggunakan cara manual untuk merestorasi setiap arsip. (dwi/ila)