Bangun Embung dan Science Park di Umbulharjo

JOGJA – Pengelolaaan Embung Langensari di wilayah Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja telah diambil alih Pemprov DIJ beberapa waktu lalu. Kini Pemkot Jogja mengajukan pembuatan embung sendiri di wilayah selatan Kota Jogja. Tepatnya di Jalan Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo.

Di area tersebut terdapat lahan seluas 3,5 hektare. Embung rencananya dibangun seluas 1,1 hektare. Rencana tersebut diawali dengan pengajuan proposal yang dikirim ke pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Affrio Sunarno mengatakan, perkiraan awal jumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun embung tersebut mencapai sekitar Rp 20 miliar – Rp 30 miliar.

Embung diperkirakan mampu menampung air hingga 30 ribu meter kubik. “Kementerian sudah setuju dan bersedia mengalokasikan anggaran untuk menyusun detail engineering design (DED) pada 2018. Pembangunan fisik selama satu tahun di 2019,” kata Affrio, Senin (20/11).

Embung yang didesain memanjang ke utara sepanjang 350 meter. Pasokan air akan diambilkan dari Sungai Tekik yang terletak di sisi timurnya. Affrio menambahkan, embung tersebut juga dijadikan area konservasi air serta pengendali banjir yang biasa terjadi di wilayah selatan Giwangan. “Sekaligus jadi ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Area tersebut juga akan dilengkapi science park yang konsepnya sejalan dengan tujuan pembangunan embung sebagai sarana konservasi air. Science park diharapkan bisa memberikan multiplier effect dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Hal itu juga mempertimbangkan pembangunan Kota Jogja yang selama ini masih fokus di wilayah utara. Embung dan science park itulah yang diproyeksikan sebagai pemicu daya tarik wisata.

Pemkot Jogja juga akan menyusun dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) atas keberadaan embung dan science park. Di antaranya dengan menempatkan lokasi parkir kendaraan besar di Terminal Giwangan saat peak season.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Nasrul Khoiri mengaku sudah diberitahu terkait rencana pembangunan embung tersebut. Sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jogja 2017-2022, embung dan science park bisa dimanfaatkan pada 2022.

Politikus PKS itu menyambut baik rencana pembangunan science park yang ditambah dengan zona wisata air dan budaya. “Secara prinsip tidak ada masalah, termasuk lahan. Bahkan ada persil pribadi rencananya juga akan dibeli Pemkot Jogja,” ujarnya. (pra/yog)