Diharapkan Bisa Membantu Penataan Kawasan Wisata

GUNUNGKIDUL – Penataan pantai selatan masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Gunungkidul. Penertiban lokasi wisata terus dilakukan.

Selain pembenahan sempadan pantai, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mewacanakan dibangunnya Jalur Lingkar Sepanjang.

Jalur di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari itu tengah dikaji. Jika sudah terealisasi, lintasan anyar tersebut bakal mengubah wajah Pantai Selatan Gunungkidul.

“Nanti mirip Nusa Dua Bali, bagus sekali,” kata Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Eddy Praptono kemarin (21/11/2017).

Jalur Lingkar Sepanjang itu nantinya akan mempercantik kawasan pantai. “Selama ini jalur yang melintasi Pantai Sepanjang dekat pantai,” kata Eddy.

Melalui APBD Eddy berkeyakinan pendanaan pembebasan lahan cukup. Nanti, jarak antara pantai dengan jalur baru tersebut sekitar 200 meter. “Target kami pembebasan lahan selesai 2019,” kata Eddy.

Dia optimistis semua bisa diselesaikan sesuai rencana. Berkaitan dengan harga tanah, sudah ada tim apraisal yang menentukan harga tanah di sekitar calon Jalur Lingkar Sepanjang.

“Setelah pembebasan lahan beres, tinggal pembangunan. Anggarannya sharing dengan provinsi maupun Pusat,” ujar Eddy.

Camat Tanjungsari Rahmadiyan Wijayanto mendukung langkah pemkab menertiban kawasan pantai. “Pada master plan proyek wisata bahari, Pantai Sepanjang dipilih menjadi pilot project,” kata Rahmadiyan.

Dia menyarankan penataan pantai hendaknya dilakukan dengan pendekatan yang baik. Jangan sampai melakukan eksekusi karena berdampak negatif. Sosialisasi harus didahulukan.

“Pendekatan ke pelaku usaha sangat penting karena memegang kesuksesan penataan kawasan pantai,” ujarnya. (gun/iwa)