JOGJA- Hampir dua dekade karir sepakbola Ony Kurniawan dihabiskan di PSIM Jogja. Pertandingan perpisahan digelar pekan kemarin. Meskipun demikian, tim belum berpikiran untuk memensiunkan nomor 21 yang selalu dipakai Ony di bawah mistar.

Ya, beberapa klub mengandangkan nomor punggung tertentu sebagai penghormatan pada legenda klub. Seperti nomor 3 dan 6 di AC Milan sebagai penghormatan kepada Paolo Maldini dan Franco Baresi. Juga nomor 4 di Internazionale Milan yang dipensiunkan setelah terakhir dikenakan Javier Zanetti.

Di Indonesia, Persebaya Surabaya memensiunkan nomor 19 yang dipakai Eri Irianto. Nama terakhir meninggal dunia di lapangan ketika Green Force sedang berhadapan dengan PSIM, 3 April 2000 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. Sebelum meninggal karena serangan jantung, Eri bertabrakan dengan bek Laskar Mataram asal Gabon Samson Kinga.

“Kami belum berpikir sampai ke sana (untuk memensiunkan nomor 21-Red). Selama ini di PSIM hanya ada dua nomor punggung yang tak bisa dipakai sejak dua tahun terakhir ini. Yakni nomor 1 dan 12. Untuk nomor satu sudah sepakat milik Brajamusti sementara nomor 12 milik The Maident,” tutur Sekretaris Umum PSIM Jarot Sri Kastawa Senin (20/11/2017).

Presiden Brajamusti Rahmat Kurniawan mengatakan, akan menjadi sebuah kebanggan jika nantinya nomor yang identik dengan Ony tersebut dipensiunkan. Meskipun demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim dan Ony. “Itu wewenang klub dan Ony, tapi kalau nantinya diwujudkan kami turut bangga,” ungkapnya.

Dalam laga perpisahan pekan lalu (15/11) Ony bermain selama 53 menit sebelum digantikan Ivan Febrianto. Paman Ony melakukan setidaknya tiga penyelamatan penting dari tembakan pemain PPSM Magelang. “Saya tidak menyangka dan benar-benar berkesan. Terima kasih kepada seluruh warga Jogja dan suporter,” ujar Ony setelah pertandingan. (riz/din)