Memanas, Peserta Protes Minta Akomodasi Dikembalikan

SLEMAN – Kejuaraan taekwondo internasional yang digelar oleh UKDW di GOR UNY, Minggu (19/11/2017) berlangsung memanas. Hal itu setelah lebih dari separo peserta memprotes panitia karena belum bertanding. Turnamen dihentikan karena wasit melakukan walkout pada pukul 18.00.Salah seorang peserta dari Kalimantan Utara Sunu Arif mengatakan, komisi perwasitan WO dan pertandingan dihentikan. Hal itu lalu berimbas ke pertandingan. “Banyak yang belum bertanding,” ujarnya.

Menurutnya, PB TI hanya merekomendasikan pertandingan sampai pukul 18.00. Sementara peserta yang mencapai 1500 itu banyak yang belum bertanding. “Tidak memenuhi standar. Karena yang harusnya dua hari dipadatkan jadi sehari. Peserta protes ke panitia,” ujarnya yang membawa 40 anak untuk bertanding itu.

Karena banyak yang belum bertanding sementara kejuaraan dihentikan, peserta menuntut pengembalian akomodasi berupa penginapan, makan, transport selain uang pendaftaran. Seperti Sunu, dia mengaku hampir menghabiskan dana Rp 200 juta. “Kalau uang pendaftaran Rp 250 ribu perpeserta,” bebernya.

Perwakilan PB TI Ferdiansyah mengatakan, kejuaraan tersebut tidak sesuai Standar Operational Prosesure (SOP) PB TI. Berkaitan dengan jumlah peserta, bagan pertandingan dan waktu pelaksanaan yang tidak bisa lebih dari jam enam sore. “Ini sudah kami laporkan ke PB TI,” bebernya.

Salah satu peserta asal Medan Reza Saputra mengatakan, pertandingan dihentikan karena ada kericuhan masalah pertandingan tidak jelas. “Kami kecewa jauh dari Medan tidak sempat bertandingan. Ya mudah-mudahan kalau ada lagi bisa lebih baik,” ungkapnya. (riz/din)