PSS Sleman Lamban Lakukan Persiapan

SLEMAN- Dinginnya persiapan yang dilakukan PSS Sleman menghadapi musim depan dimanfaatkan klub lain. Salah satunya dengan mengincar pemain-pemain potensial Super Elang Jawa-julukan PSS Sleman.
Kabar terbaru, dua pemain pilar Il Biancoverde yakni Dirga Lasut dan Imam Bagus sudah mendarat di Pulau Garam, Madura.Mereka bergabung dengan Madura United (MU).

Kabar tersebut dibenarkan Manajer Madura United Haruna Soemitro. Madura United yang finish di peringkat 5 Liga 1 musim lalu sudah ancang-ancang sejak kompetisi berakhir. “Memang betul (Dirga dan Imam seleksi di MU, Red). Kami ingin memanggil pesepakbola yang punya hubungan darah dengan Madura, karena ingin persiapan dimulai sekarang,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (21/11).

Meskipun baru baru bersifat seleksi, Haruna menyebut peluang keduanya untuk direkrut MU cukup besar. Sebab keduanya memiliki skill, kemampuan dan pengalaman mumpuni di Liga Indonesia. “Kans dan peluang mereka bergabung cukup besar.

Karena mereka punya pengalaman dan penampilan di musim lalu juga cukup bagus,” imbuhnya.
Jika keduanya hengkang dari Maguwoharjo International Stadium (MIS) akan menjadi kehilangan besar bagi publik Sleman.

Sebab keduanya adalah pilar tim di lini tengah dan lini belakang. Dirga selain piawai sebagai kreator serangan juga memiliki keunggulan pada eksekusi bola mati. Sebanyak 13 gol ditorehkan di Liga 2 musim lalu.

Sedangkan Imam Bagus berpengalaman dengan membawa PSCS Cilacap menjadi kampiun ISC-B 2016. Imam selain disiplin sebagai fullback, juga memiliki insting menyerang yang kuat.

Di sisi lain, setelah tersingkir di 16 besar, PSS Sleman belum terlihat akan segera melakukan persiapan tim. Beberapa waktu lalu, kelompok suporter PSS Brigata Curva Sud sempat menuntut manajemen melakukan pembenahan. Salah satunya dengan mengusulkan eks Manajer Sriwijaya FC Baryadi menggantikan Arif Juli Wibowo sebagai manajer PSS.

Namun sepertinya pihak direksi memiliki pertimbangan lain. Baryadi menurut CEO PT PSS Soekeno akan lebih cocok duduk di posisi direksi klub dibanding manajer tim. Hingga sampai saat ini, wacana penunjukkan manajer tim masih menggantung. “Belum ketemu lagi dengan Pak Keno, karena beliau masih di luar negeri. Kembalinya akhir bulan ini. Kami juga belum berdiskusi langsung dengan Pak Keno dan teman-teman suporter,” ujar salah satu perwakilan BCS Jaguar Tominangi.

Disinggung jika ternyata direksi tidak berkenan menunjuk Baryadi sebagai manajer, pihaknya belum memiliki opsi lain untuk mengisi sosok yang pas sebagai manajer PSS di Liga 2 musim 2018 mendatang. (riz/din/ong)