RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN– Radar Jogja sempat melakukan penelusuran jejak rekam Pandu di UGM. Berdasarkan informa-si yang diperoleh, Pandu tergo-long mahasiswa aktif di berbagai organisasi kampus maupun luar kampus.

“Aktif berorganisasi kok. Orangnya ramah dan mudah bergaul. Ide-idenya dalam berorgani sasi sangat inovatif. Tidak menyang-ka bisa tersandung kasus seper-ti ini,” ujar salah seorang alumnus UGM yang identitasnya enggan dikorankan kemarin.

Meski tidak berada dalam satu fakultas dengan Pandu, perempuan ini mengaku cukup mengenal sang predator anak itu. Berawal dari pertemuan aktivitas kampus. Dirinya memandang Pandu bukan sosok yang tertutup. “Kalau melihat sekilas, tidak ada tanda-tanda seperti itu (predator, Red), karena selama ini komunikatif dan normal,” jelas sumber yang kini bekerja di Jakarta ini.

BACA: Wow .. Pandu Sang Predator Anak yang Penuh Prestasi

Menurut sumber tersebut, beragam prestasi dan penghargaan yang pernah diterima Pandu terancam dicabut akibat kasus yang menjeratnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membenarkan, Pandu adalah mahasiswa Fisipol UGM. Terkait status Pandu yang tercatat se-bagai mahasiswa aktif UGM, Iva belum bersedia berkomentar. “Nanti menunggu hasil penyi-dikan di Polda Kaltim,” katanya.

Selama proses penyidikan perkara ini, Iva menjamin, pihak UGM akan selalu kooperatif. Termasuk jika Polda Kaltim membutuhkan informasi lain tentang tersangka.

“Jika memang benar nama itu adalah mahasiswa kami, UGM tidak akan segan memberikan sanksi tegas. Sejak awal masuk menjadi mahasiswa UGM, sudah ada komitmen untuk tidak me-langgar aturan, baik kampus maupun pelanggaran hukum, susila, maupun etika akademik,” tegasnya. (dwi/yog/ong)