GUNUNGKIDUL – Keindahan Pantai Krokoh di Desa Songbanyu, Girisubo,Gunungkidul mulai ternoda oleh sampah. Tumpukan plastik bungkus makanan, bekas botol air mineral, serta kayu ranting pohon tak hanya merusak visual, tapi juga mengganggu aktivitas wisatawan. Apalagi sampah bertebaran di sepanjang pantai menambah suasana destinasi wisata itu makin tak sedap dipandang.

Dukuh Putat, Songbanyu Slamet Sutrisno menduga, sampah yang menumpuk di sepanjang Pantai Krokoh berasal dari aliran sungai yang bermuara di pantai tersebut. “Itu terjadi sejak dua pekan lalu. Saat hujan deras,” ungkapnya di sela kerja bakti membersihkan Pantai Krokoh Rabu (22/11).

Bersama warga Putat, Bayu berusaha membersihkan kawasan pantai sejak dengan dibantu aparat TNI dari Kodim Gunungkidul 0730/Gunungkiudl.

Dalam kesempatan itu Slamet mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tak sembarangan membuang sampah ke sungai atau pantai. Hal itu guna menjaga ekosistem laut, sekaligus kesehatan lingkungan pantai.
“Butuh kesadaran bersama semua pihak agar kebersihan lingkungan pantai dan laut terjaga dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Muhamad Taufik Hanif mengatakan, peran TNI dalam kegiatan bersih-bersih pantai demi ikut menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya pencemaran sampah. “Agar sampah tak makin menumpuk dan mengganggu aktivitas wisatawan,” ujarnya.

Menurut Taufik, sampah di Pantai Krokoh tak hanya berasal dari aliran sungai, tapi juga sampah laut yang terbawa ombak. Dan menumpuk di bibir pantai. Makanya jumlah sampah di kawasan itu sangat banyak. “Begitu mendengar informasi dari masyarakat, tanpa menunda, pasukan digerakkan menuju lokasi dan langsung ‘perang’ melawan sampah,” perwira menengah dengan dua melati di pundak.

Menurutnya, tumpukan sampah berupa sampah kayu dan juga plastik terseret ombak pantai kemudian menumpuk ke bibir pantai.

Aksi bersih-bersih hanya mengandalkan tenaga manual dan peralatan seadanya. Sampah diangkut ke bagian pantai yang lebih tinggi dan dibakar. (gun/yog/ong)