JOGJA – Setelah manajemen membubarkan skuad, para penggawa PSIM Jogja kembali ke daerahnya masing-masing. Sejumlah pemain masih menimbang-nimbang untuk kembali memperkuat Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja musim mendatang.

Gelandang serang PSIM Jogja Dicky Prayoga mengaku masih akan pikir-pikir untuk memperkuat tim ini di musim mendatang. Pemain mungil asal Malang, Jawa Timur tersebut berlasan menginginkan manajemen lebih baik dari musim sebelumnya. “Kalau manajemennya tidak jauh lebih baik, sepertinya harus berpikir ulang,” kata Dicky kemarin (24/11).

Apa yang dikatakan Dicky tersebut merupakan buah dari dinamika dalam klub PSIM Jogja. Sebab, setelah laga babak playoff, para pemain telat menerima gaji. Itu terjadi untuk Oktober.

Meski akhirnya manajemen melunasi seluruh gaji pemain yang terlambat, masih ada sedikit ganjalan dari para pemain. Sebab, bonus yang dijanjikan atas jerih payah skuad bertahan di Liga 2 belum juga cair.

Dicky yang selama dua musim membela saudara muda PSS Sleman, mengaku pasrah dan menunggu janji dari pihak manajemen. Dia pun belum mengambil keputusan, mengenai pelabuhan tim selanjutnya. “Belum ada pembicaraan lagi dengan manajemen,” tukasnya.

Sementara itu Riskal Susanto justru masih berharap bisa berkostum PSIM di musim mendatang. Kecintaan terhadap Jogja, menjadi salah satu alasan, pemain asal Borneo ini enggan pindah ke lain hati. “Kami sebagai pemain yakin ke depan manajemen lebih baik. Saya pun masih akan selalu senang ada di Jogja,” terangnya. (bhn/din)