JOGJA – Desakan arus bawah Partai Golkar di daerah yang menginginkan digelar musyawarah luar biasa (Munaslub) semakin menguat. Suasana itu seperti tercermin saat diskusi panel membahas penyelamatan partai yang diiniasi Forum Trikarya Partai Golkar di Hotel University, Maguwoharjo, Sleman, Minggu(26/11).

Trikarya terdiri dari tiga ormas pendiri Golkar. Yakni MKGR, Kosgoro dan Soksi.”Supaya cepat rampung, tidak ada jalan lain segera gelar munaslub,” desak pengurus Ormas MKGR DIJ Sukarman.

Anggota DPRD DIJ ini merasa prihatin dengan kondisi partainya. Keengganan menyelenggarakan munaslub berpotensi menjadi bumerang bagi Golkar. Suara senada disampaikan pengurus Soksi DIJ Subadi. Dia ingin persoalan di partainya segera dituntaskan melalui jalan munaslub.

Meski desakan arus bawah cukup kencang, sikap DPD Tingkat I Partai Golkar DIJ sampai sekarang dipertanyakan. Partai yang diketuai Haryadi Suyuti (HS) belum memberikan pernyataan tegas mendesak DPP menggelar munaslub. Sikap pengurus provinsi yang dinilai ragu-ragu membuat geram Ketua Dewan Pertimbangan DPD Tingkat I Partai Golkar DIJ Gandung Pardiman.

Gandung mengingatkan, pengurus Golkar DIJ agar tidak melawan arus. Saat memberikan sambutan pembukaan, dia mengancam memimpin aksi demo ke kantor DPD Tingkat I Partai Golkar DIJ.”Baju akan saya lepas. Jabatan ketua dewan pertimbangan saya lepas, kalau DPD Golkar DIJ pro koruptor dan mendukung rapat pleno DPP,” tegas ketua Ormas MKGR DIJ ini.

Sayang saat Gandung menyampaikan sambutan itu, HS tak hadir. Absennya HS dalam acara itu mengundang sindiran Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono.Dia mengatakan, sebagai pengurus partai harus punya jiwa dan setia kawan. Pengurus provinsi harus loyal dengan pengurus kabupaten dan kota. Begitu pula pengurus kabupaten dan kota harus loyal dengan pengurus kecamatan.”Sesama pengurus DPD provinsi juga harus punya solidaritas. Kepada DPP kita hormati karena struktural,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia menginformasikan pada Sabtu (25/11) malam, Plt Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mengundang ketua-ketua DPD provinsi. Sebagian besar ketua DPD provinsi di Jawa, tidak hadir.Mereka mewakilkan kepada pengurus lainnya. Sebab para ketua DPD provinsi se-Jawa tengah menggalang pertemuan sendiri untuk mematangkan munaslub. “Yang menghadiri undangan DPP hanya ketua DPD Partai Golkar DIJ,” sindir Wisnu.

Dia juga mengatakan, selama ini antarpengurus DPD provinsi se-Jawa kerap saling bahu membahu. Sebagai ketua Jawa Tengah, dia kerap merasa dibantu oleh pengurus Golkar Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Jogja juga sering membantu, tapi saat pengurus lama,” katanya yang mengundang geer.Ketidakhadiran HS dan sikap Golkar DIJ sempat diklarifikasi Sekretaris DPD Agus Subagyo. “Pak HS ada acara di Jakarta karena adiknya sakit dan sudah telepon Pak Gandung,” ucapnya.

Soal sikap partai, Agus menyatakan ada enam hal. Di antaranya kader diminta menjaga soloditas. Ketua DPD ditunjuk untuk mengadakan komunikasi dengan pengurus pusat dan daerah. Rekomendasi soal desakan munaslub tak disinggung.Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi juga diundang sebagai pembicara.

Dia menyatakan, selangkah lagi munaslub akan digelar. Kini ada 21 DPD provinsi yang setuju diadakannya munaslub. “Tinggal cari tiga DPD lagi,” katanya.Soal figur yang didukung, dia menyebut sosok Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai calon yang tepat. Dedi mengklaim Airlangga mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo.

“Saya sudah kontak dengan Mensesneg Pratikno. Presiden mendukung Pak Airlangga,” katanya.Klaim dukungan presiden itu disoal Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Ridwan Hisjam. Dia mengatakan, presiden tak hanya merestui satu figur. Jika Golkar akan kembali kuat maka dikembalikan ke keluarga Cendana.

“Sosoknya ada di Mbak Titiek Soeharto. Saat pertemuan di Istana Bogor, presiden tidak masalah dengan Mbak Titiek. Ini artinya juga bentuk dukungan,” ujar tak kalah semangat.

Anggota DPRD DIJ Slamet yang selama ini dikenal dekat dengan Titiek Soeharto sepakat dengan pandangan Ridwan. Sebagai kader di daerah, dia siap mendukung.”Dukungan saya 1.000 persen. Demi kebesaran dan kemenangan Golkar, kepemimpinannya harus diberikan kembali ke Cendana,” tutur Slamet. (kus/ila/ong)