JOGJA – Seru dan sangat meriah. Suasana Lomba Masak Ibu Hebat Maxim di Alun-Alun Selatan Jogja kemarin (26/11) menjadi magnet masyarakat. Bukan hanya peserta lomba, tapi juga ratusan wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi wisata Kota Jogja itu.

Bertajuk Happy Cooking With Maxim, para peserta lomba ditantang untuk mengolah ikan lele dan mengkreasinya menjadi menu unik dan menarik. Tentu saja menggunakan piranti memasak Maxim, pionir perkakas dapur antilengket pertama di Indonesia.

“Ikan lele digoreng kan sudah biasa seperti di warung pecel lele. Sekarang kami mengajak para ibu mengolah ikan lele sekreatif mungkin menjadi menu kelas hotel bintang lima,” ujar GM Sales & Sales Marketing PT Maspion (Maxim) Edwin Siswanto di sela acara.

Hasilnya, sungguh luar biasa. Ada steak lele, nugget lele, dumpling lele, kare lele, dan beragam menu lain, yang diolah para peserta hanya dalam tempo 45 menit. Menu terkreatif dan cita rasa terlezat menjadi kriteria utama untuk memenangkan hadiah jutaan rupiah.

“Menu dan plating semua peserta sangat kreatif. Di luar perkiraan. Tapi cita rasa olahannya yang paling penting,” ungkap Sumaryoto, salah seorang juri dari Indonesian Chef Association (ICA).
Lomba masak kreasi ikan lele kali ini sekaligus menjadi upaya Maxim yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jogja untuk turut mengampanyekan gerakan gemar makan ikan bagi masyarakat. Turut mendukung kegiatan ini Pemkot Jogja dan Gerakan PKK Jogja.

Setelah melalui penilaian super ketat, tim dari Kelurahan Keparakan Kidul, Kota Jogja tampil sebagai jawara. Mereka menampilkan menu Lele Mango Chili Saos.

Memasang dengan cara sederhana, lele di-fillet kemudian digoreng dengan sedikit minyak, ditambahkan saos sambal dengan irisan mangga. “Nggak nyangka bisa menang. Padahal awalnya kami cuma ingin ikut meramaikan acara ini,” ungkap Eka Rostika, salah seorang anggota tim PKK Keparakan Kidul.

Lomba Masak Ibu Hebat Maxim berlangsung sejalan dengan Lomba Masak Kreasi Mie Jawa. Sebagaimana tajuknya, tiap peserta beradu kreasi memasak mi Jawa dengan berbagai bahan tambahan.

“Enak dan unik. Ada yang pakai keju, udang, lele, macem-macem. Lewat lomba ini para ibu bisa ikut melestarikan masakan Nusantara khas daerah, salah satunya bakmi Jawa,” ungkap Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun usai mencicipi menu karya para peserta.

Masih dalam rangkaian Happy Cooking With Maxim, anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka ikut menikmati jalannya acara lewat Kids Cooking Class. Bazar produk alat rumah tangga, makanan, serta hiburan musik turut mendukung kemeriahan acara.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi berkomitmen terus mendorong terwujudnya aneka olahan makanan tradisional berbahan pangan lokal. Hal itu seiring harapannya menjadikan Kota Jogja sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Indonesia.

“Salah satu keunggulan Kota Jogja untuk menjadi kota kuliner karena beragamnya makanan tradisional di sini,” ujarnya di tengah perlombaan.

Menurut HP, sapaannya, keunggulan makanan tradisional di Kota Jogja karena bahan-bahannya yang mudah didapatkan.
Terkait wisata kuliner, HP mengatakan, hal paling dicari wisatawan adalah pengalaman merasakan makanan tradisional langsung di tempat asalnya. Seperti Gudeg Pawon. Meski hanya buka tiap malam, warung gudeg di wilayah Janturan itu selalu laris.(ita/pra/yog/ong)