JOGJA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan hanya mengakui Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI Polri Indonesia (GM FKPPI) sebagai organisasi yang dibina TNI dan Polri. Hal itu ditegaskan langsung oleh Gatot dalam Rapat Pimpinan Pusat (Rapimsus) GM FKPPI di Malang 24-26 November lalu.

Ketua Pengurus Daerah GM FKPPI DIJ Faried Jayen Soepardjan yang hadir langsung dalam Rapimsus tersebut mengatakan dengan statement Panglima TNI, keberadaan FKPPI tidak diakui lagi, karena hanya mengakui GM FKPPI. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Staf TNI AD, Kepala staf TNI AU, wakil Kepala Staf TNI AL seluruh Pangdam, Danrem serta perwakilan Polri dari Polda Jawa Timur. “Statement Panglima TNI jelas lebih mencintai GM FKPPI,” ujarnya.

Statement Gatot tersebut disambut meriah para peserta Rapimsus dengan menggelar deklarasi menjaga kemurnian GM FKPPI sebagai organisasi anak TNI dan Polri. Jayen mengatakan GM FKPPI akan tetap menjaga kemurnian organisasi yang hanya beranggotakan anak darah daging TNI Polri. “Arahan Panglima TNI sudah sesuai dengan semangat pembentukan FKPPI pada 1978 lalu,” ujarnya.

Dalam sejarahnya FKPPI dibentuk pada 1978, tapi pada 1995 mengalami pencabangan organisasi dengan pendirian GM FKPPI. Pada 2015 terjadi peleburan kedua organisasi tersebut menjadi Keluarga Besar FKPPI (KBF). Tapi prakteknya, FKPPI banyak dihuni anggota yang bukan merupakan putera-puteri TNI Polri.

Untuk itu Jayen menilai momentum ini sebagai amanah untuk mengembalikan roh GM FKPPI seperti saat pendirian pada 1978. Jayen pun membuka kesempatan semua potensi anak TNI Polri untuk bergabung dalam GM FKPPI. Menurut dia pernyataan Panglima TNI yang hanya mengakui GM FKPPI bukan bentuk kemenangan tapi momentum kembali memulai dari awal. “Bersatu dalam rumah bersama GM FKPPI, mewarisi visi misi bapak-bapak kita TNI Polri untuk membesarkan GM FKPPI,” ujarnya.

Jayen menambahkan GM FKPPI tetap solid melaksanakan kegiatan organisasi, termasuk kaderisasi yang mengutamakan konsolidasi organisasi sebagai wujud strategi pembinaan teritorial. “Kami juga terus melakukan pelatihan kader sebagai kawah candradimuka kader bangsa,” ujarnya.

Data potensi anggota GM FKPPI di DIJ sendiri diyakini mencapai lebih dari 8.000 orang. Sesuai dengan semangatnya, mereka adalah putera-puteri TNI Polri yang ada di DIJ. Kepengurusan GM FKPPI DIJ juga sudah mencapai tingkat rayon atau kecamatan. “Agenda terdekat kita siapkan Rapimda,” tuturnya.(pra/ong)