SLEMAN – Pembuangan bayi masih marak di Jogjakarta. Kali ini mayat bayi jenis kelamin laki-laki ditemukan di Jalan Teknika Utara, Sinduadi, Mlati, Sleman. Mayat bayi tak berdosa tersebut ditemukan mengapung di aliran air Selokan Mataram, persis di depan Sekolah Pascasarjana UGM.

Saksi mata, Samsul, 46, mengaku awalnya diberitahu oleh seorang supir truk. Bahwa ada sosok bayi terbungkus selimut. Dia lantas berinisiatif turun ke aliran selokan untuk mengambil bayi tersebut. Saat diangkat, kondisi bayi sudah meninggal.

“Oroknya terbungkus selimut, sudah pucat kulitnya saat diambil. Lalu saya pinggirkan di pinggiran selokan,” jelas pria yang berprofesi sebagai pemulung ini kemarin (26/11).

Samsul menduga bayi tersebut dibuang bukan dari lokasi sekitar. Sebab, aliran Selokan Mataram sedikit deras. Aliran selokan yang mengairi sawah di Sleman ini mengalir dari sisi Barat ke Timur. “Tadi sekitar pukul 12.25 diangkat. Beberapa warga langsung menghubungi polisi,” ujarnya.

Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu Hendarto membenarkan informasi tersebut. Hanya, dia belum bisa memastikan penyebab dan kronologi penemuan mayat bayi. Termasuk ada dugaan mayat bayi hanyut terbawa arus Selokan Mataram.

Guna penyelidikan selanjutnya, mayat bayi dibawa ke RS Bhayangkara. Pihaknya juga terus melakukan penyelidikan di kawasan tersebut. Termasuk mendata adanya kemungkinan perempuan hamil di beberapa lokasi.

“Akan terus kami gali dari informasi yang kami temukan. Mayat bayi tadi (kemarin) langsung dibawa ke RS Bhayangkara,” jelasnya. (dwi/ila/ong)