Padahal Bisa Mendapatkan Bantuan Kapal dari Pemerintah

GUNUNGKIDUL – Ketertarikan nelayan mendirikan koperasi masih minim. Padahal selain bisa meningkatkan taraf ekonomi, peluang mendapatkan bantuan juga lebar.

“Koperasi nelayan selama ini sudah ada, tapi jumlahnya sedikit. Biasanya satu koperasi terdiri dari 10 nelayan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Khairuddin Senin (27/11/2017).

Dikatakan, koperasi bagi nelayan sangat penting. Selain memajukan kegiatan ekonomi, anggota koperasi juga memiliki keuntungan karena bisa mendapatkan bantuan pemerintah.

“Misalnya, peluang memperoleh bantuan kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Khairuddin.

Dia menyarankan nelayan memperbanyak koperasi karena sangat menguntungkan. Sejauh ini, memang sudah ada koperasi namun jumlahnya masih terbatas.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Gunungkidul Widagdo mengakui pertumbuhan koperasi nelayan rendah. “Hanya ada empat koperasi nelayan yang aktif,” kata Widagdo.

Koperasi berbadan hukum tersebut rata-rata bergerak di bidang jual beli ikan. Masing-masing, Koperasi Mina Samodra Pantai Baron dan Mina Mandiri di Kecamatan Tanjungsari; Koperasi Unit Desa Sadeng di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo; serta Koperasi Insan Samodra di Kecamatan Tepus.

“Jumlah nelayan dan potensi perairan di pesesir Gunungkidul sangat besar. Tidak sebanding dengan keberadaan koperasi nelayan,” kata Widagdo.

Mengenai peluang memperoleh bantuan, Widagdo meminta agar jangan dijadikan acuan. Terpenting adalah keberadaan koperasi mampu menambah nilai ekonomi nelayan.

“Jadi tempat menabung saat hasil panen melimpah. Sehingga saat paceklik tetap dapat memenuhi kebutuhan,” ujar Widagdo. (gun/iwa)