Sempat Mundur karena Pengerjaan Fly Over Ngelo

KULONPROGO – Sempat mundur beberapa kali, perlintasan Kereta Api (KA) sebidang di Ngeseng, Sentolo akan dilakukan Senin (4/12) pekan depan. Penutupan dilakukan setelah flyover atau jalan layang Ngelo Sentolo sebagai jalur pengganti, beres pekan ini.

“Kami melihat progres di lapangan. Pengaspalan selesai 30 November,” kata Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI Yus Rizal.

Dia mengatakan kepastian tersebut dalam rapat koordinasi terpadu di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Senin (27/11/2017).

Yus mengatakan penutupan perlintasan Ngeseng sedianya dilakukan 14 Oktober 2017. Namun pihaknya memberi toleransi, sebab Pemkab Kulonprogo meminta waktu tambahan untuk merampungkan proyek Jalan Layang Ngelo.

Penutupan perlintasan Ngeseng merupakan bagian dari program nasional Kementerian Perhubungan RI bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Tujuannya memperkecil potensi risiko kecelakaan. Perlintasan Ngeseng rawan karena memiliki beberapa trek sehingga frekuensi KA yang melintas cukup tinggi. Apalagi saat libur Lebaran atau Natal,” kata Yus.

Manajer Humas PT KAI Daop VI Eko Budiyanto mengatakan pihaknya mendukung kebijakan Pusat menutup perlintasan Ngeseng. “Langkah yang diambil tepat karena ini untuk keselamatan kita semua,” kata Eko.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan proyek jalan layang Ngelo terganjal pembebasan lahan. Namun perkara tersebut dapat diselesaikan.

Pembangunan jalan dan saluran drainase senilai Rp 500 juta sudah dilakukan 31 Oktober 2017. “Pemkab Kulonprogo juga sudah memperbaiki jalan rusak bergelombang di ujung flyover,” kata Nurcahyo.

“Saya optimistis target pengaspalan akhir November berjalan sesuai rencana. Kalaupun meleset paling satu sampai dua hari saja,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Joko Tri Hatmono mengatakan akan menambah rambu dan lampu penerangan di Ngelo. “Akhir Oktober Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan sudah siap,” kata Joko. (tom/iwa)