KULONPROGO – Genangan air akibat hujan lebat sejak Minggu (26/11/2017) di wilayah Kulonprogo meluas hingga merendam enam wilayah kecamatan. Yakni Galur, lendah, panjatan, Wates, Temon, dan sebagian Sentolo. Banjir terparah terjadi di Panjatan, khususnya Dusun Krembangan. Tinggi air berkisar 0,5-2 meter.

Genangan air merendam puluhan permukiman warga dan gedung sekolah. Bahkan akses jalan alternative penghubung Kulonprogo dan Bantul sempat terputus akibat banjir. “Kami harus mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang lebih aman. Sebagian warga lain berlindung di posko bencana di Pendapa Kecamatan Panjatan,” ungkap Bejo Santoso, salah seorang warga setempat, Rabu (29/11/2017).

Warga lain, Samiran, menyatakan, bencana kali ini terbilang paling parah selama kurun lima tahun terakhir. “Ketinggian air di dalam rumah mencapai 1,5 meter. Sementara di jalan-jalan kampung mencapai 2 meter,” ungkapnya. Kondisi itu praktis membuat aktivitas warga lumpuh total. “Sejak semalam kami hanya bisa bertahan, pagi ini kita coba mengevakuasi ternak untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Gusdi Hartono mengatakan telah berkoordinasi dengan petugas kesehatan kabupaten dan puskesmas untuk antisipasi maraknya berbagai penyakit di kawasan terdampak banjir. “Semua petugas kesehatan dalam status siaga,” ujarnya.(tom/yog)