KULONPROGO-Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo didampingi Wabub Sutedjo, Sekda RM Astungkoro, Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifa’i, Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati, beserta OPD terkait meninjau langsung titik longsor Pedukuhan Ngroto, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, kemarin (29/11).

Longsor Ngroto telah menelan korba jiwa dua orang, keduanya yakni Daladi dan Heri Siswadi, warga pedukuha setempat. Selain meninjau, hasto juga melakukan koordinasi dilapangan dengan berbagai pihak terkait penanganan bencana, mulai proses pencarian korban hingga proses pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor.

Bersama Hasto, Forum CSR, Pimpinan Bank BPD DIJ, Ketua Baznas Kulonprogo, dan sejumlah donatur langsung memberikan bantuan awal yang diharapkan dapat digunakan untuk penanganan bencana dan akomodasi para relawan yang ikut bergotong royong.

Hasto juga menyempatkan diri menjenguk korban longsoran yang berhasil diselamatkan dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Klepu. Keduanya Sarpinah dan Nur Hidayah yang tengah menjalai perawatan intensif. “Termakasih kepada semua pihak yang sigap membantu,” ucapnya dengan nada sedih.

Hasto menyatakan, musibah ini merupakan berduka Kulonprogo. Seperti diketahui musibah bencana banjir dan longsor tengah melanda sejumlah daerah termasuk Kulonprogo. “Terimakasih Pak Kapolres, anggota dilapangan sangat luar biasa berusaha, tidak terkecuali teman-teman TNI, Tagana, Baznas dan juga dari SAR, yang bersama-sama berupaya menemukan korban,” sambungnya.

Meurut Hasto, ada dua hal yang menjadi fokus penanganan longsor Ngroto, pertama menemuka korban kedua membuka akses jalan. “Korba dicari dulu, setelah itu membuka jalan, Sementara warga Purwosari memutar dulu lewat Degan, Banjararum sementara orang Jatimulyo lewat Giripurwo, Girimulyo. Saya kira sudah kita putuskan begitu, teman-teman ini sudah bersiap bersama-sama membantu untuk kerja disini full tidak boleh ada kekurangan logistik. Ini juga saya minta alat berat satunya lagi datang kemudian bisa menjangkau lokasi,” ujarnya.

Disinggung kendala, Hasto mengungkapkan, untuk menemukan korban bukan perkara mudah, karena posisi rumah yang terimbun tepat berada di lereng. Resikonya, jika dibongkar untuk proses pencarian korban, tanah yang di atasnya bisa turun. “Itu salah satu kendalanya, harus pakai perasaan dan untuk tidak sampai membuat tanah di atasnya turun,” ungkapnya.

Terkait status bencana di Kulonprogo, Bupati bersama Sekda, BPBD akan segera bertemu siang ini dan memutuskan status kegawatan bencana di Kulonprogo. (tom/ong)