SLEMAN – Musim kompetisi 2018 mendatang diperkirakan akan lebih berat dibandingkan musim 2017 lalu. Sebab selain kompetisi reguler di masing-masing kasta, PSSI mewacanakan menghidupkan kembali Piala Indonesia yang melibatkan tim Liga 1 sampai Liga 3. Kemungkinan akhir Februari kompetisi atau turnamen pra-musim akan mulai bergulir.

Konsekuensinya, setiap tim akan mendapat jatah bermain yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Karena itu, mutlak persiapan untuk memperdalam skuad dibutuhkan guna mengarungi dua kompetisi bersamaan. Sayangnya, hingga saat ini manajemen PSS Sleman dinilai lamban menyikapi hal tersebut. Usulan manajer dari suporter juga belum digubris.

Kondisi tersebut membuat salah satu kelompok suporter PSS Brigata Curva Sud (BCS) gerah. Suporter yang menempati tribun selatan Maguwoharjo International Stadium (MIS( itu terus menekan manajemen Super Elja segera bergerak.”Kami tidak ingin manajemen lamban dalam melakukan persiapan sedangkan tim lain sudah mulai bersiap menghadapi musim depan. Musim depan PSS jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama lagi,” ungkap Jaguar Tominangi mewakili pihak BCS Rabu (29/11).

Suporter menurutnya sampai mengadu ke Bupati Sleman Sri Purnomo untuk menyelematkan nasib PSS. Kabarnya pihak PT telah menyetujui membuat Surat Keputusan (SK) untuk Baryadi yang digadang-gadang menjadi manajer. Namun sampai kini tidak ada lagi kabar dari pihak PT maupun manajemen tentang turunnya SK itu.”Harusnya kalau memang sudah disetujui segera dikabarkan ke masyarakat agar bisa segera ditindaklanjuti. Kalau tidak setuju ya ayo diskusi lagi dengan suporter,” kata Janggo, sapaannya.

Pihaknya khawatir jika terlambat start maka akan sulit mendapatkan pelatih dan pemain mumpuni. Sedangkan di sisi lain, pemain pilar juga sedang diincar tim lain. Seperti kabar yang menyebutkan bahwa Imam Bagus, Dirga Lasut dan Riski Novriansyah yang diminati Madura United dan Sriwijaya FC. (riz/din)