KULONPROGO-Jumlah pengungsi korban banjir di Kulonprogo kini sudah mencapai 500 jiwa lebih. Mereka diungsikan disejumlah titik engungsian yang dianggap aman dari zona banjir, proses evakuasi telah dilakukan sejak Selasa (28/11) malam.

“Rabu (29/11) siang, jumlah pengungsi sudah mencapai 500 jiwa. Mereka diantaranya warga Desa Gotakan, Krembangan, dan Cerme. Mereka diungsikan di Pendapa Kecamatan Panjatan, Rumah Dinas Camat Panjatan, dan Balai Desa Panjatan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Gusdi Hartono, kemarin (29/11).

Ditambahkan, berdasarkan laporan yang masuk ke BPBDKulonprogo, banjir juga melanda Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah dan Tirtorahayu, Kecamatan Galur. Di Gulurejo, ratusan orang warga juga diungsikan ke titik pengungsian di masjid setempat. Sedangkan di Tirtorahayu proses evakuasi baru akan dilaksanakan.

“Hingga saat ini, hujan masih tutun dan kondisi genangan masih cukup tinggi. Pada beberapa titik pemukiman warga. Proses evakuasi penduduk di Panjatan kini juga masih berlangsung. Total ada lima perahu yang dikerahkan untuk proses evakuasi. Dari BPBD, Basarnas, Sarlinmas, dan Polres. Terkait kebutuhan logistik, kondisinya masih aman dan masih akan terus dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk para donatur. Dana darurat juga sudah disiapkan,” imbuhnya.(tom/0ng)