JOGJA – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jogja mengkampanyekan gerakan ABCDE sebagai pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Jogja. Gerakan ABCDE tersebut salah satunya akan dikampanyekan oleh warga peduli AIDS yang sudah terbentuk di 45 kelurahan di Kota Jogja.

“Sudah ada SK yang dikeluarkan oleh Lurah untuk pembentukan warga peduli AIDS di tiap kelurahan,” ujar Sekretaris KPA Kota Jogja Kaswanto kamis (30/11).

Menurut dia tugas warga peduli AIDS tersebut adalah membantu melakukan sosialisasi mengenai HIV/AIDS hingga ke tingkat RT dan RW di wilayahnya. Salah satu materi yang disampaikan, terkait dengan pencegahan HIV/AIDS dengan gerakan ABCDE.

Kaswanto menjelaskan gerakan ABCDE, itu dimulai dengan abstinence atau menahan dorongan seksual dengan tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Kemudian be faithful, saling setia antarpasangan suami istri. “Tidak hanya salah satu, istri saja atau suami saja, harus keduanya,” ujarnya.

Selanjutnya adalah memakai condoms atau kondom, sebagai salah satu alat penangkal penyebaran virus HIV/AIDS untuk hubungan seks yang berisiko. KPA Kota Jogja juga mengajak menjauhi drug atau narkoba, terutama pemakaian narkoba suntik.

“Yang terakhir dengan edukasi, sosialisasi dan sebagainya ke masyarakat,” ujarnya.

Kaswanto mengatakan data hingga Maret 2017 jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Jogja mencapai 934 orang. Jumlah tersebut merupakan kumulatif sejak 2004. Dari usia jumlah tersebut mayoritas pengidap HIV/AIDS berusia 20-29 tahun dan 63 persen diantaranya adalah laki-laki karena heteroseksual. “Ini yang memprihatinkan karena mereka terkena di usia produktif,” ujarnya.

Selain itu yang juga menjadi perhatian KPA Kota Jogja terkait dengan jumlah pengidap HIV/AIDS dari kalangan ibu rumah tangga. Jumlahnya terbesar kedua. Kaswanto mengatakan dari hasil pengakuan mereka saat pemeriksaan ada yang ditularkan pasangan. “Tapi ada juga yang karena berprofesi sebagai pekerja seks, mereka masuk pekerja seks tidak langsung,” ungkapnya.(pra)