JOGJA – Setelah proses pencarian yang cukup panjang, jenazah korban longsor talud di RT 01 RW01 Jlagran, Pringgokusuman, Soebardjono, 70, berhasil ditemukan sekitar pukul 10.30 Rabu (29/11). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar tidur.

Proses evakuasi sempat dihentikan pada Selasa malam (28/11) karena cuaca yang semakin memburuk. Evakuasi kembali dilakukan pada pukul 07.30 kemarin. Akses jalan menuju lokasi longsor menyulitkan tim penyelamat menggunakan alat berat. Evakuasi dilakukan secara manual dibantu dengan sejumlah alat untuk memotong material yang menimbun korban.

Kasi Operasi dan Pelatihan Search and Rescue (SAR) DIJ Endro Sambodo menjelaskan, sejak pagi dimulainya evakuasi, tim telah mengetahui titik letak korban. Ketebalan material longsoran menjadi kendala bagi tim untuk bisa cepat melakukan evakuasi.

“Korban terjepit di reruntuhan bangunan rumah dan pondasi talud dengan ketebalan rata-rata satu hingga satu setengah meter,” kata Endro usai melakukan evakuasi.

Sementara itu, di kawasan tempat kejadian longsor, sudah dipadati ratusan pelayat. Tampak sebagian besar pelayat yang hadir merupakan rekan dari anak korban, Angger Rio, 17, yang merupakan pemain PSIM U-17.

Kedua jenazah yang terlebih dahulu dievakuasi, Aurora Tanti Anandito, 3 bulan, dan Ambar Tri Lestari, 40, terlebih dahulu tib di rumah duka. Dua jenazah tersebut disalatkan diMusala Baitul Taubah yang letaknya berkisar 50 meter dari tempat kejadian.

Sekitar pukul 13.00 peti yang membawa jenazah Soebardjono tiba untuk disemayamkan bersama dua jenazah lainnya. Prosesi pemakaman dilakukan di kediaman salah satu warga di lingkungan RT 01 RW01 Jlagran. Selanjutnya, ketiga korban dimakamkan di TPU Pakuncen, Kuncen, Wirobrajan, Jogja.

Tampak berkali-kali ibu dari Aurora, Medina Dwi Winarsih, 21, menyeka air mata yang bercucuran. Dia pun sempat pingsan saat pelaksanaan prosesi telusupan. Ketiga jenazah, kemudian dibawa kelokasi pemakaman.
Sebelum prosesi pemakaman Medina mengatakan, pemakaman dilakukan di Pakuncen, karena bila TPU Badran tempatnya tidak memungkinkan.(bhn/ila/ong)