Personel Jogja Hip Hop Foundation (JHF).

JOGJA – Jogja Hip Hop Foundation (JHF) akan menggelar tur Eropa dari tanggal 5 sampai 14 Desember. Tur Eropa kali ini berkaitan dengan terpilihnya JHF sebagai salah satu penampil di Europalia International Art Festival. Dimana fokus dari penyelanggaraan tahun ini adalah Indonesia.

Dalam tur Eropa kali ini, JHF akan tampil di Kota Deventer, Brussels, dan Den Haag. Berlanjut dengan rekaman single baru dan menggarap video klip di Paris. JHF sendiri sempat disebut sebagai salah satu kolektif hip hop yang paling penting di Asia Tenggara dalam situs Europalia.

“Dikatakan memiliki karakter urban, optimis, dan percaya diri akan kebudayaan akarnya. Dianggap mampu mengemas sebuah musik Hip Hop dalam wajah natural tradisional dengan paduan kekinian,” ujar Marzuki Mohamad a.k.a Kill The DJ.

Dalam setiap penampilannya, JHF memang konsisten mengusung identitas Jawa. Meski hip hop tergolong musik barat namun tidak menghilangkan akar jati diri. Kolaborasi inilah yang membuat Europalia tertarik mengundang JHF.
Tour luara negeri sejatinya bukan pengalaman baru bagi JHF.

Mengawali pada 2009, salah satunya adalah Tour Amerika Serikat, from east coast to the west coast pada 2012. Dalam konser kali ini JHF memiliki ritual unik sebelum berangkat.

“Untuk para Sedulur (sebutan fans JHF), JHF pamit dengan merilis sebuah single berjudul Wit Gedhang Woh Pakel. Sebuah peribahasa tradisional yang mempunyai makna bicara gampang susah membuktikannya,” ujarnya.

Dalam single kali ini, JHF melakukan pendekatan eksperimental. Berupa eksplorasi rap dengan sudut pandang kreatif yang berbeda. Bahkan dalam single Wit Gedhang Woh Pakel ini tidak akan ditemukan bunyi musik.

“Semua suara yang dihasilkan adalah rekaman vokal dan bentuknya adalah kata. Mungkin lebih tepat disebut acapella karena memang bukan permainan beatbox khas hip hop. Akan dirilis di Youtube pada tanggal 1 Desember dalam bentuk video klip yang unik dan sederhana,” katanya.

Europalia adalah festival seni dua tahunan terbesar di Eropa dan sudah digelar sejak 1969, pertama kali diselenggarakan di Belgia dan saat ini diikuti oleh beberapa negara sekitarnya. (dwi)