BPJS Cabang Sleman Janoe Tegoeh Prasetijo. (Bahana/Radar Jogja)

SLEMAN – Pascamusibah banjir dan tanah longsor, warga dilokasi bencana biasanya mengeluh sakit. Dalam situasi darurat, BPJS Kesahatan Sleman akan memberikan kebijakan peserta dapat berobat di rumah sakit terdekat.

“Namanya emergency tidak masalah (mendapat perawatan dimana saja). Kita lihat case-nya di lapangan seperti apa, bila diperlukan kita ambil kebijakan diluar ketentuan,” kata Kepala BPJS Cabang Sleman Janoe Tegoeh Prasetijo saat menghadiri JKN-KIS Goes to Campus di UGM kemarin (30/11).

Dijelaskan, pihaknya akan melaporkan kedaruratan yang terjadi di DIJ khususnya Sleman dan Kulonprogo, kepada pemegang kebijakan yang lebih tinggi. Kebijakan yang diputuskan, diharapkanbmemudahkan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan saat terjadi bencana.

“Setiap kejadian kedaruratan bencana seperti ini (banjir) maupun gempa kami laporkan ke atas. Jadi bukan serta merta keputusan dari BPJS Sleman,” jelas Janoe.

Sejauh ini kedaruratan yang ada di lapangan dapat ditangani dengan baik melalui instansi-intansi yang ada. BPJS Kesehatan, akan menunggu langkah koordinasi selanjutnya dalam penanganan korban bencana.

Sementara itu, disebutkanpeserta JKN KIS Sleman Kulonprogo tercatat 1,16 juta atau 74 persen dari populasi jumlah penduduk 1,5 juta jiwa. Jumlah tersebut termasuk peserta Jamkesda yang diintegrasikan dalam program JKN KIS di mana Sleman sekitar 60.000 jiwa dan Kulonprogo 29.000 jiwa.

Di tempat yang sama, Ade Rai yang dipercaya menjadi duta JKN KIS menyampaikan rasa simpatinya atas bencana bajir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah DIJ.

“Semoga masyarakat diberikan ketabahan, kesebaran dan juga kesadaran untuk pentingnya menjaga kesetan,” kata pria yang berprofesi sebagai binaraga

Dia mengimbau, pasca bencana masyarakat benar-benar memperhatikan kesehatan diri dan lingkungan. Sebab keberadaan virus dan bakteri, hanya 20 persen saja memberikan dampak buruk kesehatan masyarakat.

“Selebihnya kita sendiri, menjaga pola makan, kebersihan lingkungan untuk terhindar dari penyakit,” jelasnya. (bhn)