Rombongan Gubernur DIJ Sultan HB X diperlintasan Kereta Api Dusun Mangunan, Kalitirto, Berbah, Sleman (29/21). (DWI AGUS/Radar Jogja)

SLEMAN – Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakiri tilik bencana sejumlah lokasi di Jogjakarta di perlintasan Kereta Api Dusun Mangunan Kalitirto Berbah. Didampingi Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X, dirinya memberikan sedikit wejangan.
Meski bukan tugas pokok fungsinya,

dirinya berharap jalur perlintasan kereta api tetap aman. Selain itu guna mendukung kelancaran perjalanan, PT. KAI harus bekerja total. Tujuannya agar penanangan berjalan efektif, tepat dan cepat.

“Tadi saya lihat taludnya ambrol cukup panjang, tapi bagus langsung diantisipasi dengan karung pasir dan batu. Setidaknya kereta masih bisa melintas meski dengan kondisi pelan,” ujarnya, kemarin (29/11).

Saat rombongan pejabat Pemprov DIJ ini melihat pengerjaan, terlihat pula beberapa kereta hilir mudik. Kereta lajur selatan melaju secara perlahan. Ini karena lajur tersebutlah yang mengalami kerusakan. Di mana talud penahan ambrol akibat terjangan air sungai.

Kebijakan PT KAI Daerah Operasi VI Jogjakarta memang mewajibkan kereta melaju perlahan. Setidaknya dalam masa perbaikan, kereta wajib melaju 20 km/jam. Sementara hari ini dicoba melaju dengan kecepatan 40km/jam hingga ke kecepatan normal.

Manajer Humas PT KAI Daops VI Jogjakarta Eko Budiyanto mengungkapkan hujan menjadi penyebab utama. Awalnya arus sungai tergolong normal. Hanya saja akibat tingginya curah hujan membuat arus sungai turun meningkat.

“Untuk wilayah PT KAI Daops VI Jogjakarta yang rusak hanya di titik itu saja. Tidak mengganggu tapi kereta wajib melaju dengan pelan. Tujuannya untuk keamanan kenyamanan perjalanan dan penumpang,” jelasnya.

Longsor yang terjadi di ruas Maguwo Brambanan ini terdeteksi Selasa (28/11). Tim dari PT KAI langsung bergerak untuk membuat talud. Tidak hanya itu, beberapa ruas rel kereta api juga harus distel ulang.

Hingga saat ini jumlah kereta yang melaju di jalur double track mencapai 100 perjalanan setiap harinya. Selain tim perbaikan, PT KAI juga menyiagakan petugas selama 24 jam. Tugasnya untuk melakukan pengamatan dan pengamatan trek kereta api di wilayah Daops VI Jogjakarta.

“Menambah petugas penjaga perlintasan kereta api, pemeriksa jalan hingga petugas ronda jembatan. Awalnya sudah ada 400 orang ditambah 91 orang lagi. KAI akan memberikan pelayanan optimal, kami mohon maaf jika ada kendala seperti kejadian alam seperti saat ini,” ujarnya. (dwi)