Foto Dokumentasi

SLEMAN – Kampung Keluarga Berencana (KB) Malangrejo, Wedomartani Ngemplak menjadi rujukan penerapan program Keluarga Berencana. Bahkan Kamis (30/11), dusun ini mendapat kunjungan dari puluhan perwakilan luar negeri.

Dimana, saat itu sedang berlangsung studi banding Partners in Population and Development (PPD) rangkaian dari The 14th International Inter-Ministerial Conference on Population and Development (Konferensi Antar-Menteri untuk Kependudukan dan Pembangunan Internasional ke-14).

Konferensi yang berlangsung dari 26 hingga 30 November ini memilih Malangrejo sebagai salah satu rujukan studi. Alasannya program KB telah berjalan optimal dan ideal. Bahkan mulai menyasar pasangan nikah muda di kawasan tersebut.

“PPD adalah prakarsa antar pemerintah yang dibuat khusus untuk memperluas dan meningkatkan kerjasama di bidang kesehatan reproduksi, kependudukan, dan pembangunan,” kata Sekretaris Deputi Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Bangladesh Ahzanul Aziz.

Ahzanul mengaku sangat tertarik untuk hadir di Kampung KB Malangrejo. Terutama melihat efektivitas dan implementasi dari program-program keluarga yang ada termasuk BKB, BKR, BKL, dan UPPKS.

“Tim ini sangat aware terhadap KB, ibu dan bayi, serta kesehatan reproduksi. Saya juga berharap dapat belajar banyak disini sehingga dapat saya perkenalkan di negara saya Bangladesh,” jelasnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo yang menyambut langsung kedatangan tim menyampaikan bahwa KB penting. Salah satu kegiatan yang mengintegrasikan berbagai bidang pembangunan, untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera adalah dengan membentuk Kampung KB.

Menurutnya, keberadaan Kampung KB dapat menjadi sarana pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Disamping itu juga berperanbserta mewujudkan keluarga sejahtera.

Program Kampung KB ini juga merupakan wujud dari pelaksanaan agenda pembangunan Nawacita. Agenda pelaksanaan pembangunan Nawacita tersebut meliputi pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa. Tentunya dalam kerangka negara kesatuan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Untuk mendukung program KB, Kabupaten Sleman telah memiliki Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Hingga tahun 2017, Kabupaten Sleman telah memiliki 135 unit PIK Remaja yang terdiri dari 100 PIK R jalur masyarakat dan 35 PIK R jalur sekolah,” katanya.

Sesuai SK Bupati No: 52/Kep.KDII/A/2016 tentang Kampung KB, di Kabupaten Sleman telah terbentuk 17 Kampung KB yang aktif. Pedukuhan Malangrejo menjadi wakil dari Kabupaten Sleman sebagai Kampung KB.

Terpilihnya Pedukuhan Malangrejo sebagai Kampung KB di wilayah Kecamatan Ngemplak ini ditentukan dari kriteria utama dan kriteria wilayah.
Kriteria utama tersebut antara lain jumlah pra-Keluarga Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1 Dusun Malangrejo sebanyak 99 KK di atas rata-rata pra dan Keluarga Sejahtera 1 Desa Wedomartani sebanyak 38 KK.

Jumlah peserta KB aktif Dusun Malangrejo hanya 55,9 persen dibawah rata-rata pencapaian peserta KB aktif Desa Wedomartani yaitu 63,89 persen, serta jumlah Unmet Need atau perempuan usia subur yang seharusnya KB namun tidak KB sebanyak 104 orang atau 31,4 persen. (dwi/amd)