SuasanaPeringatan Maulud Nabi “Dzikir Maulud” di Masjid Pathok Negoro Mlangi, Sleman (2/12). (Syukron Arif Muttaqien/Radar Jogja)

*Pelaksanaan Peringatan Maulud Nabi di Masjid Pathok Negoro Mlangi.

JOGJA – Pelaksanaan acara Dzikir Maulud yang diselenggarakan di Masjid Pathok Negoro Mlangi Sabtu (2/12) kemarin berlangsung meriah. Ribuan jamaah tumblek blek memadati masjid kagungan Ndalem Kraton Ngayogyakarta ini.

Selain dari masyarakat Mlangi dan sekitarnya, jamaah juga berasal dari luar DIY. Seperti Magelang, Klaten, Wonosobo, Purworejo. Bahkan ada juga yang berasal dari Cianjur Jawa Barat.

“Mereka yang dari luar Jogja rata-rata masih ada kerabat Mlangi, putro wayah Mbah Kyai Nuri Iman,” ujar Ketua Panitia Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW Masjid Pathok Negoro Kyai Aminun disela-sela acara.

Acara Dzikir Maulud sendiri dimulai pukul 07.00 pagi. Para jamaah datang untuk melantunkan bacaan sholawat dari kitab Al Barzanzi kepada Nabi Muhammad SAW.

Para jamaah yang datang hanya dari kaum laki-laki. Dari anak kecil hingga tua. Acara ini dipimpin oleh para pemuka agama di kampung santri Mlangi.

Menariknya, bacaan sholawat yang dilantunkan berbeda dengan kebanyakan. Bacaannya dengan teknik khusus suara perut yang oleh masyarakat setempat disebut “ngelik“. Suara yang dihasilkan adalah suara tinggi dan cenderung melengking.
Bukan hanya itu, dalam acara ini masyarakat Mlangi juga membuat hidangan dalam bentuk “berkat”.

Hanya berkat yang dibuat berdasarkan kemampuan masing-masing. Bahkan, ada yang membuat dengan ditambah dengan berbagai macam hadiah dan uang tunai.

“Bentuk penghormatan masyarakat Mlangi kepada junjungan kami Nabi Agung Muhammad SAW dengan memberikan sedekah kepada sesama dalam rangka mengharap safaat dari beliau,” imbuh Aminun.

Berkat yang dikumpulkan di masjid ini kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh jamaah yang hadir tanpa kecuali. “Hanya syaratnya laki-laki. Meski balita-pun kalau laki-laki dibawa ke masjid pasti akan mendapatkan bagian,” tambahnya.

Dijelaskan acara ini rutin diselenggarakan pada setiap peringatan Maulud Nabi. Biasanya diselenggarakan pada tanggal 12 Rabiul Awal. “Hanya tahun ini saja kita geser mundur satu hari karena bertepatan dengan hari Jumat,” urainya.

Acara berakhir pada pukul 14.00. Selain Dzikir Maulud, rangkaian acara peringatan maulud nabi juga diisi dengan pentas seni Rodat Mlangi pada malam harinya. Kesenian ini dipentaskan oleh para pemuda Mlangi. (sam).