TANGGAP DARUTAT: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto di Jlagra Jogja (3/12)

JOGJA – Perempuan, lansia, dan anak yang terdampak bencana alam banjir di Jogjakarta awal pekan lalu membutuhkan perhatian lebih. Terutama perhatian dalam hal pelayanan dasar kesehatan.

Selain itu, warga terdampak bencana yang tinggal di daerah aliran sungai juga perlu waspada. Sebab, ancaman banjir dan longsor susulan masih berpotensi terjadi di puncak musim penghujan ini.

“Warga di sekitar aliran sungai harus pahami kawasan rawan bencana dan ancaman bahaya longsor. Untuk penanganan warga terdampak kita ingin pastikan terlayani kebutuhan dengan baik,” jelasKetua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto di sela kunjungan ke lokasi longsor akibat banjir di Kota Jogja yakni Jlagran hari ini (3/12). Kunjungan ini melibatkan pejabat BPBD DIJ dan BPBD Kota Jogja.

“Saya lihat tadi di Jlagran, terutama yang di pinggir sungai ada rekahan yang cukup panjang. Ini berpotensi longsor sehingga kita harap pemda lekas pasang rambu untuk mengingatkan agar warga tidak beraktivitas di kawasan yang rawan bencana,” kata Eko

Dalam kesempatan tersebut, Eko dan rombongan BPBD menemui keluarga korban yang meninggal dunia akibat longsor di Jlagran.

Menurut Eko,upaya penanganan dampak bencana akan lebih efektif berjalan saat ada gotong royong bersama yang melibatkan beragam elemen masyarakat. Lewat kerja gotong royong ini langkah penanggulangan bencana bisa lebih efektif.

“DPRD berikan dukungan kepada pemda dan masyarakat bersatu padu mengatasi semua masalah yang timbul akibat bencana. DPRD juga dukung politik anggaran untuk selesaikan masalah akibat bencana ini, ” kata Eko. (pra/amd)