GUNUNGKIDUL – Cobaan warga Gunungkidul memang berat. Baru saja berlalu bencana banjir dan longsor, kini masyarakat terancam sejumlah penyakit. Salah satunya leptospirosis. Penyakit yang disebabkan air seni tikus yang tercampur air banjir.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Priyanta Madya Satmaka mengatakan pasca-banjir berbagai penyakit muncul. Selain leptospirosis ada juga penyakit lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), gatal-gatal, dan infeksi saluran pernafasan atas (ispa).

“Kami dalam status tanggap darurat untuk mengantisipasi wabah lestospirosis, DBD dan penyakit lain yang dapat ditimbulkan setelah banjir,” ujar Priyanta.

Untuk penanganan leptospirosis, dinas telah menyiapkan rapid tes lestospira. Tes ini berfungsi sebagai alat tes deteksi virus lestospirosis terkondisi di seluruh Puskesmas. “Sejauh ini belum ada laporan korban leptospirosis,” terangnya.

Sebagai antisipasi wabah demam berdarah, pihaknya sudah siapakan abate bagi daerah terdampak banjir. Lokasi genangan memungkinkan nyamuk demam berdarah berkembang biak.

Kades Pacarejo, Kecamatan Semanu, Suhadi mengatakan pasca-banjir warga terjangkit penyakit. Kebanyakan terjangkit penyakit gatal-gatal dan ispa.

“Selain itu ada 12 warga terdeteksi hipertensi saat diperiksa petugas Puskesmas,” kata Suhadi.

Perkembangan terbaru, sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Kades mengimbau warga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Ketika bencana berlalu jangan sampai masyarakat terjangkit penyakit.

“Antisipasinya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” terangnya. (gun/iwa)