RADARJOGJA.CO.ID – Sebanyak 28 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti Pelatihan Peningkatan Motivasi dan Jiwa Kewirausahaan di Hotel Grand Tjokro Jalan Gejayan, Depok, Sleman, Jumat (8/12). Para pengusaha yang mengikuti pelatihan selama dua hari yaitu 8 hingga 9 Desember 2017 merupakan mitra binaan PT Jasa Raharja Cabang DIJ.

“Mereka yang mengikuti pelatihan adalah pengusaha yang menjadi mitra binaan dan telah mendapatkan pinjaman modal dari PT Jasa Raharja,” kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang DIJ RM Wahyu Widodo SH MH didampingi Kanit PKBL Nurcahyo kepada wartawan disela-sela acara pelatihan, Jumat lalu.

Menurutnya, pelaku UMKM yang mendapatkan pinjaman modal dan pelatihan usahanya bervariasi seperti usaha kos-kosan, batik, penjahit, penggilingan padi, kuliner, ternak, kerajinan perak, dan lain sebagainya. Pelatihan ini bertujuan untuk memotivasi para mitra binaan agar lebih serius dan telaten dalam menjalankan usahanya. Harapannya, usaha mereka berkembang lebih besar dan dapat menyerap tenaga kerja.

“Pinjaman modal yang diberikan PT Jasa Raharja bervariasi, mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 75 juta. Tergantung usaha dan kemampuannya dalam menganggsur pinjaman,” terang Wahyu.

Pada 2017, dana kemitraan yang diberikan kepada PT Jasa Raharja DIJ untuk disalurkan kepada UMKM sebesar Rp 1 miliar. Hingga pertengahan Desember ini seluruh dana sudah terserat 100 persen. “Mereka yang mendapatkan pinjaman modal mengajukan proposal kemudian kami survei untuk memastikan usahanya tersebut,” jelas Wahyu.

Selain itu, pada 2017 ini PT Jasa Raharja DIJ juga menyalurkan dana Bina Lingkungan. Nilainya sebesar Rp 250 juta. Dana itu digunakan untuk pembangunan fasilitas umum seperti tempat ibadah, jalan, gedung sekolah, dan lain sebagainya. “Penyaluran dana PKBL merupakan tugas tambahan dari pemerintah,” paparnya.

Sesuai UU Nomor 33 dan 34 Tahun 1964, tugas pokok dan fungsi PT Jasa Raharja adalah menghimpun dan menyantuni korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan. Untuk korban kecelakaan darat dan laut, besaran santunan korban meninggal dunia sebesar Rp 50 juta, catat tetap Rp 50 juta, biaya perawatan luka-luka maksimal Rp 20 juta. Selain itu ada manfaat tambahan berupa pengganti biaya P3K Rp 1 juta, pengganti biaya ambulan Rp 500 ribu dan biaya penguburan jika tidak memiliki ahli waris Rp 4 juta.

“Besaran santunan itu sudah naik 100 persen sejak 1 Juni 2017. Bahkan manfaat tambahan berupa pengganti biaya P3K dan penggantibiaya ambulan sebelumnya tidak ada,” terangnya.

Ahmad, pelaku usaha asal Kulonprogo mengaku senang mendapat pelatihan dari PT Jasa Raharja. Baginya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi usahanya. “Pelatihan ini sangat bagus. PT Jasa Raharja tidak sekadar memberikan modal usaha tapi juga ingin usaha mitranya berkembang lebih besar lagi,” kata Ahmad. (mar)