GUNUNGKIDUL – Bencana banjir yang di antaranya berasal dari luapan Sungai Oya tidak menyurutkan pelaku wisata tetap eksis. Pengelola objek wisata Klayar di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar menggelar lomba balap perahu kayak tradisional, Minggu (10/12/2017).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Klayar Tejo Suprapto mengatakan selain mempromosikan Klayar, kegiatan ini sebagai trauma healing atas musibah yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Lomba diikuti 29 kelompok berasal dari kabupaten/kota D.I.Jogjakarta. Total lebih dari 87 peserta,” kata Tejo Suprapto.

Dia menjelaskan, agar bisa menjadi juara peserta perahu kayak tradisional adu taktik, ketangkasan hingga kemahiran dalam mengendalikan perahu. Untuk mencapai garis finis, seluruh peserta harus menempuh jarak sekitar 250 meter.

“Bisa menjadi trauma healing pasca-bencana. Semua bisa bahagia mengikuti kegiatan ini. Pemenang mendapatkan hadiah Rp 10.500.000,” ujarnya.

Keseruan pecah saat peserta terbalik karena tidak dapat mengendalikan laju perahu. Ada juga karena saking semangatnya, peserta keluar dari jalur yang sudah ditentukan. “Perahu melaju cepat dan sulit dikendalikan,” ucapnya.

Salah seorang peserta lomba Suharyanto senang mengikuti lomba tersebut. Bagi dia, bencana alam yang terjadi di wilayahnya pada Selasa 28 November 2017 selalu mengganggu pikirannya. Di Desa Kedongpoh, air merendam lebih dari 50 persen daratan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Saryanto menyambut baik event tersebut. Dia berharap pelaku wisata terus berinovasi agar perekonomian masyarakat terus meningkat.

“Dampak bencana tentu mengganggu psikologi masyarakat. Akan tetapi kami harus bangkit dan kembali beraktivitas,” kata Saryanto. (gun/iwa)