JOGJA-Menguasai ribuan kosa kata bahasa Inggris tentu bukan hal yang mudah. Metode yang diajarkan di sekolah dirasa sangat membosankan. Salah seorang start-up asal Jogja, Danang Riyadi mencoba menjawab solusi belajar bahasa Inggris melalui aplikasi buatannya, Vocard (Vocabulary card).

“Metode belajar Vocard dibuat dengan konsep bermain. Melalui Vocard kita dapat berinteraksi satu sama lain, menambah wawasan dan saling berbagi mengenai bahasa Inggris. Ada dua jenis Vocard yaitu kartu dan aplikasi,” ujar CEO Vocard ini dalam peluncuran aplikasi di salah satu hotel daerah Prawirotaman, Sabtu (9/12).

Danang menjelaskan kartu Vocard yang berjumlah 75 dalam satu paketnya dimainkan seperti bermain UNO. Terdapat tiga kategori kartu yaitu Basic Card, Special Card, dan Skip Card. Dalam Basic Card tercantum beberapa kata kerja (verb), kata sifat (adjective), dan kata benda (noun). Special Card ada contoh-contoh kata Pronoun dan Auxiliary, sedangkan Skip Card terdapat contoh Preposition dan Conjuction.

“Cara bermainnya sama seperti UNO di Special Card ada tanda plus 2, ada colours card, juga Skip Card untuk memberhentikan lawan main. Kartu ini sebagai media latihan (practice), sedangkan aplikasi sebagai media persiapan untuk bermain kartu (repetition),” papar pria berkacamata tersebut.

Vocard ini diperuntukkan untuk siswa SMP dan SMA yang mempunyai target menghafal 200-1000 kosa kata bahasa Inggris dan dibuat sesuai standar pendidikan di Indonesia. Menurut Danang cara belajar sambil bermain ini sangat efektif meningkatkan kognitif siswa.

Ide awal Danang ini lahir karena keprihatinannya melihat kemampuan berbahasa inggris anak-anak di Indonesia belum maksimal jika dibandingkan dengan negara tetagga terutama Singapore dan Malaysia.

“Ini juga berangkat dari pengalaman saya sendiri yang kesulitan dalam mempelajari bahasa inggris terutama pengucapan karena kurangnya practice and repetition, maka timbulah ide membuat vocard sebagai tools/alat untuk menunjang pembelajaran Bahasa inggris yang sudah dijalankan di sekolah umum atau tempat kursus. Saya berharap dengan Vocard ini generasi muda kita punya kemampuan berbahasa inggris yang aplikatif dalam arti bisa berkomunikasi lancar secara verbal,” tutur Danang.

Salah seorang guru SMP, Bayu, yang datang dalam kesempatan tersebut mengaku Vocard ini dapat menjadi jalan keluar bagi siswanya dalam belajar dalam bahasa Inggris terutama memperkaya kosakata. “Bagus, bisa menjadi media alternatif guru untuk mengajar siswa dengan cara yang tidak membosankan,” ungkapnya.

Saat ini Vocard sudah dapat diunduh oleh masyarakat seluruh dunia melalui google playstore. Namun untuk perangkat kartu, baru bisa dinikmati oleh masyarakat mulai awal tahun depan. (ita/ong)