JOGJA – Rencana kepindahan PS TNI ke Bantul sedikit banyak membuat Bhayangkara FC iri. Sebab sebelumnya, juara Liga 1 itu juga sempat ingin pindah markas ke DIJ. Namun rencana tersebut telah didahului oleh The Army- julukan PS TNI.Ketika itu, Bhayangkara FC sempat mengincar Stadion Maguwoharjo Sleman sebagai homebase tim. Sementara AsosiasiProvinsi (Asprov) PSSI DIJ sudah lebih dulu memberi lampu hijau PS TNI untuk berkandang di Bantul.

Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI DIJ demisioner Dwi Irianto membenarkan hal tersebut. Mbah Putih, sapaan akrabnya Dwi Irianto mengakui mendapat informasi bahwa Bhayangkara FC sangat tertarik bermarkas di DIJ mengingat ada peluang untuk hengkang dari markasnya saat ini di Stadion Patriot Bekasi. “Tapi kami memilih PS TNI karena tim ini yang sudah terlebih dahulu pendekatan dengan instansi-instansi terkait khususnya di Bantul,” tuturnya kepada wartawan Minggu (10/12/2017).

Mbah Putih pun mengapreasiasi keinginan Bhayangkara FC dan PS TNI yang menunjukkan bahwa DIJ menyimpan daya tarik tersendiri. Bahkan kehadiran PS TNI menurutnya diharapkan bisa segera terealisasi mengingat kompetisi Liga 1 juga akan segera bergulir. “Kami beri lampu hijau ke PS TNI dan pastinya sepak bola di DIJ makin semarak,” papar pria yang juga salah satu anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI itu.

Mbah Putih menjelaskan, dengan kehadiran PS TNI diharapkan bisa diterima masyarakat dan stakeholder di Bantul. Dia meminta kehadiran PS TNI bisa menjadi hiburan pecinta sepak bola DIJ secara keseluruhan akan kompetisi sepak bola level tertinggi di Tanah Air tersebut.

Saat ini proses kepindahan sudah 80 persen. Harapannya PS TNI yang sudah menyampaikan kepindahan ini ke media massa dengan persiapan kompetisi yang waktunya mau diputar. ” Mereka kami minta segera meresmikan kepindahannya tersebut,” harapnya. (riz/din)