JOGJA – Bank Syariah Mandiri (BSM) bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra (Laznas BSM) Umat menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp30 juta kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran UII. Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa kurang mampu yang berprestasi.

Penyerahan bantuan beasiswa disampaikan secara simbolis oleh Cash Outlet Manager Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas UII Muhammad Heriyanto, mewakili Area Manager BSM Jogja Sukma Dwie Priardi, kepada Dekan FK UII Linda Rosita disela perayaan Milad ke-16 FK UII minggu (10/12). Dalam Milad ke-16 FK UII di kampus terpadu UII tersebut, BSM juga memberikan door prize utama, sebuah sepeda motor.

Heriyanto mengatakan pemberian bantuan beasiswa tersebut merupakan program rutin Laznas BSM pada mahasiswa UII. Tahun ini bantuan beasiswa yang disalurkan Laznas BSM Umat melalui Rektorat UII mencapai Rp200 juta. Khusus untuk mahasiswa kedokteran, bantuan beasiswa diserahkan melalui FK UII, sesuai pengajuan dari Fakultas. “Total bantuan beasiswa Laznas BSM kepada mahasiswa UII yang kurang mampu tapi berprestasi, tahun ini mencapai Rp230 juta. “Ini bagian dari CSR BSM dan terus akan berlanjut,” ujarnya.

Selain kepada para mahasiswa kurang mampu di UII, BSM dan Laznas BSM Umat juga memberikan bantuan kepada warga di sekitar kampus UII terpadu. Heriyanto menyebut BSM Kantor Kas UII, melalui program BSM mengalirkan berkah ,baru saja merampungkan renovasi tempat wudhu dan peralatan salat di masjid Al Jami’ Sardonoharjo Ngaglik Sleman. Selain itu, tambahnya, secara rutin juga menyalurkan bantuan pendidikan dan anak asuh untuk warga sekitar, sebesar Rp50 juta untuk 100 anak, yang diserahkan Jumat lalu (8/12). “Hingga September 2017 BSM telah menyalurkan BSM mengalirkan berkah sebesar Rp15 miliar melalui 400 outlet BSM di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu Dekan FK UII Linda Rosita menyambut baik bantuan beasiswa bagi mahasiswanya tersebut. Diakuinya di Fakultasnya terdapat mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Meskipun begitu, Linda menegaskan bantuan beasiswa tersebut harus diimbangi dengan hasil pendidikan yang baik. “Tidak hanya sekedar jadi dokter, tapi dokter yang siap berperan di seluruh Indonesia, tidak hanya di perkotaan,” tuturnya. (pra/ong)