*Dinilai Salah Terapkan Hukum, Tahan Orang Tak Salah

JOGJA – Polda DIJ dan Kejati DIJ digugat praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jogja oleh Effi Idawati melalui tim kuasa hukumnya yang terdiri dari Oncan Poerba SH, Willyam Saragih SH, dan FX Yoga Nugrahanto SH. Turut juga sebagai termohon atau tergugat Menteri Keuangan RI.

Gugatan dilayangkan karena pemohon menilai adanya kesalahan penerapan hukum yang membuat Effi Idawati ditahan selama delapan bulan. Belakangan setelah dilakukan peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung, Effi, 50, dinyatakan tidak bersalah

“Klien kami menjalani penahanan selama delapan bulan, tapi setelah proses hukum ternyat tidak bersalah. Di tingkat PK, klien kami diputus bebas,” ungkap Oncan Poerba kemarin (10/12).

Menurut Oncan, pemohon pada awalnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda DIJ. Sangkaannya melakukan tindak pidana penipuan. Perkara tersebut kemudian dinaikkan ke penuntutan. Oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati DIJ Effi ditahan.

Saat disidangkan di PN Jogja, majelis hakim memutus bebas. Dalam putusannya, hakim menyebut pemohon melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan, namun perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.
Tak puas dengan putusan tersebut, JPU mengajukan kasasi dan menang. Selain membatalkan putusan PN Jogja, MA juga menjatuhkan putusan penjara selama delapan bulan.

Di tengah penahanan, Oncan sebagai kuasa hukum mengajukan upaya hukum PK. Pemohonan itu diterima MA. Tapi, pemohon telah menjalani penahanan badan selama delapan bulan.

“Karena ada kesalahan penerapan pasal itu sehingga pemohon diadili tanpa berdasarkan UU,” jelas Oncan.

Menurut dia, sesuai PP No. 92 Tahun 2015, pihaknya bisa mengajukan permohonan imbalan ganti rugi sebesar Rp 100 juta. Selain itu, pemohon juga mengajukan ganti rugi materiil sebesar Rp 9,92 miliar dan ganti kerugian imateriil Rp 40 miliar.
Willyam Saragih menambahkan, kasus ini bermula saat kliennya menjalin kerja sama pemohon dengan Muhamad Muwardi dan istrinya Siti Rohmah.

Awalnya, Muwardi menawarkan modal kerja sama Rp 500 juta. Kerja sama tahap awal berjalan lancar sehingga Muwar menambah investasinya sebesar Rp 500 juta lagi.

Namun pada kerja sama berikutnya tidak berjalan mulus sehingga Effi tidak bisa memberikan keuntungan secara penuh. Muwardi dan istri kemudian melapor ke Polda DIJ.

“Dari total uang yang diinvestasikan, pemohon sudah membayar sebesar Rp 620 juta dengan bunga sesuai perjanjian,” terangnya.

Di tempat sama, Effi mengaku senang dengan dikabulkannya permohonan PK ke MA. Dia mengatakan, tidak ada niat sedikit pun menipu. “Dari awal saya yakin Gusti Allah tidak sare. Kerja sama usaha memang lancar, tapi kemudian tersendat di tengah jalan,” tuturnya. (riz/kus/ila/ong)