JOGJA -Tim Nasional Panjat Tebing yang diproyeksikan terjun di Asian Games 2018 akan berada di Tyumen, Rusia selama tiga pekan, hingga akhir Desember mendatang untuk mengikuti pemusatan latihan.

Kepala pelatih timnas panjat tebing Caly Setyawan mengatakan,Rusia dipilih karena memiliki atlet-atlet panjat tebing dengan kemampuan yang merata baik di nomor speed, lead maupun boulder.Di nomor speed putri, Rusia memiliki Iuliia Kaplina yang masih menjadi pemegang rekor dunia dengan catatan waktu 7:32 detik. Di nomor speed putra ada Aleksandre Shikov yang meraih emas Climbing World Cup di Wujiang, China, Oktober lalu.

Suhu udara dingin dengan oksigen yang tipis di Tyumen juga menurut dosen FIK UNY itu bagus bagi atlet untuk meningkatkan VO2Max. Berada di Rusia bagian tengah, jarak Tyumen ke Moskow sekitar 1700 km. Pada puncak musim dingin, suhu udara di Tyumen bisa mencapai minus 50 derajat celcius.”Untuk memastikan emas, kami perlu pencapaian best time yang mendekati world record melalui peningkatan kemampuan teknik dan taktik. Nah, best time ini sangat efeltif dicapai dengan latih tanding secara riil dengan lawan negara lain,” ungkap Caly.

Timnas Panjat Tebing ditargetkan meraih dua medali emas di Asian Games 2018. Dua medali emas tersebut dari nomor speed baik putra maupun putri.Manajer Timnas Pajat Tebing Pristiawan Buntoro menjelaskan, Training Camp ini diikuti seluruh atlet timnas panjat tebing nomor speed baik putra maupun putri: Aspar Jaelolo, Rindi Sufriyanto, Sabri, M Hinayah, Pangeran Sapto, Abudzar Yulianto, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Santi Welyanti dan Fitriyani. Satu atlet tidak mengikuti training camp adalah Dorifatus yang masih pemulihan cedera.

Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza menyebut training camp ini bukan sekedar untuk Asian Games, tapi juga untuk mengintip kekuatan lawan di Olimpiade Tokyo 2020. “Rusia itu the dream team, kami bisa belajar banyak dari mereka untuk persiapan Olimpiade,” jelas Riza. (riz/din)