JOGJA – Setelah sepekan menggelar kongres, ditargetkan kepengurusan Asprov PSSI DIJ bisa selesai disusun dalam pekan ini. Sehingga diharapkan pada awal tahun 2018, pengurus baru sudah bisa menjalankan roda organisasi.”Masih dalam proses penyusunan. Mungkinakan kami efisiensikan lagi sehingga tidak terlalu banyak. Mungkinada sekitar 20 orang lebih, tidak sampai 30 orang,” ujar Ketum PSSI DIJ terpilih Bambang Giri Dwi Kuncoro kemarin (18/12).

Menurut Bakun, sapaannya masih adabeberapa posisi pengurus yang masih kosong. Pihaknya bersama anggota executive comittee (Exco) sudah melakukan beberapa kali pertemuan untuk membahas susunan kepengurusan. “Beberapa penguruslama masih kami mintai masukan. Yang jelas ada kombinasinya, termasuk yang sudah pengalaman maupun yang baru,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, kepengurusan berikutnya bisa lebih efektif dalam bekerja. Meskipun dengan jumlah kepengurusan yang lebih ramping. “Kamitidak mau kalau pengurusnya banyak tapi yangjalan cuma sedikit. Lebih baik diefisiensikan saja. Kami juga menginginkan untukbisa mengakomodir perwakilan dari kabupaten/kota,” bebernya.

Selain itu, dalam kepengurusan ke depan pihaknya berharap bahwa Asprov PSSI DIJ dapat memberikan dampak luas di tingkat nasional maupun internasional. “Beberapa program kami harap nanti tidak hanya berefek lokal Jogjakarta namun juga nasional. Seperti memberikan sumbangsih pemain ke timnas misalnya,” tutur pria yang juga direksi bank tersebut.

Di sisi lain, pihaknya juga menyinggung sedikit mengenai keberadaan Wisma Soeratin dan Monumen PSSI. Yakni diharapakan bisa lebih dimaksimalkan untuk kegiatan pembinaan dan edukasi sepakbola. Menurutnya akan lebih bermanfaat dibandingkan saat ini yang terawat.”Sayang jika punya tempattapi tidak digunakan. Kalau memang ada rencana mau dijadikan museum, ya itu bisa dibahas lebih lanjut setelah pengurus telah terbentuknanti,” jelasnya. (riz/din)