JOGJA – Dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, kebutuhan pelatih berlisensi AFC di Indonesia masih jauh tertinggal. Karena itu setelah lepas dari pembekuan FIFA, kursus pelatih berlisensi AFC langsung digenjot untuk diperbanyak. Direktur teknik PSSI Danurwindo menyebut, setidaknya Indonesia memerlukan setidaknya 500 pelatih berlisensi AFC.”Indonesia masih butuh sekitar 500 pelatih berlisensi AFC, karena itu kami rutin menggelar kursus pelatih AFC ya dalam rangka salah satunya mengejar target itu,” katanya saat pembukaan kursus pelatih C AFC di Wisma Dharmaputra Kota Jogja, Senin (18/12).

Menurutnya saat ini di Indonesia baru ada sekitar 80 pelatih lisensi A AFC, sekitar 100an untuk pelatih yang mengantongi B AFC dan C AFC. Jauh tertinggal misalnya dari Jepang yang disebut-sebut memiliki 50 ribu pelatih berlisensi A AFC. Di sisi lain, Indonesia juga belum memiliki pelatih dengan lisensi AFC Pro.

Danurwindo menyebutkan untuk mengejar ketertinggalannya tersebut, tahun 2018 PSSI sudah mengagendakan berbagai kursus pelatih berlisensi AFC. Untuk lisensi C AFC saja akan diadakan 30 kali pelatihan, lalu dua kali kursus pelatih B AFC dan sekali untuk lisensi A AFC. Bahkan, PSSI juga akan menggelar sekali kursus pelatih lisensi pro untuk pertama kalinya.”Pelatih kita yang lisensi AFC sangat kurang sekali. Tapi sekarang Indonesia sudah punya 6 instruktur pelatih AFC dari sebelumnya hanya satu orang. Ke depan akan terus diperbanyak,” papar mantan pelatih Timnas Indonesia Primavera tersebut.

Kursus pelatih lisensi C AFC di Jogja kali ini diikuti 24 peserta yang dimulai kemarin (18/12) hingga 30 Desember 2017 nanti. Mendatangkan Emral Abus sebagai mentor dan Sutan Harhara serta Bambang Nurdiansyah sebagai instruktur, kursus pelatih dibuka oleh Suyadi selaku Kepala Bidang Tenaga Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Selain materi indoor, para peserta juga akan mendapatkan materi lapangan di Stadion Mandala Krida Kota Jogja. Dari 24 peserta, tampak tiga diantaranya merupakan pemain yang pernah berkostum Timnas seperti Nopendi, Wahyu Tri Nugroho dan Anang Ma’ruf.

Di tempat yang sama, Ketum PSSI DIJ terpilih Bambang Giri Dwi Kuncoro mengatakan, pentingnya pelatih yang bisa mendidik anak asuh bermain bola dengan baik. Yakni harus cerdas tidak hanya dalam mengolah bola tapi juga visi bermain, berpandangan luas dan attitude yang bagus di lapangan. “Menjadi pemain yang profesional menjunjungsportifitas. Menjadi generasi unggul di masyarakat. Di pundak para pelatih ini ada masa depan generasi muda sepakbola nasional,” tuturnya. (riz/din)