SLEMAN – Potensi wisata Sleman terbukti mumpuni dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terbukt, tahun ini sektor pariwisata mampu menyumbang hingga Rp 7,6 miliar. Jumlah ini meningkat, terlebih dengan adanya objek dan potensi wisata baru di Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih menuturkan ada beberapa penyebab. Pertama, minat kunjungan wisata ke Sleman tergolong tinggi. Kedua berkembangnya informasi melalui internet, utamanya media sosial (medsos), sehingga mampu memperluas jaringan informasi.

“Menyumbang 17 persen dari keseluruhan PAD di Sleman. Sektor wisata termasuk dari perhotelan dan restoran. Dari keseluruhan minat wisata alam khususnya Kaliurang tinggi, bahkan sumber pendapatan hingga Rp 3,1 miliar,” ujarnya ditemui Minggu (17/12).

Sudarningsih menjelaskan, sektor wisata di Sleman memiliki keragaman. Dua favorit utama adalah wisata alam dan wisata candi. Dispar sendiri memiliki tiga andalan dalam sektor ini, yaitu objek wisata Kaliadem, Kaliurang, dan wisata candi kawasan Prambanan.

Jika objek wisata Kaliurang mampu menghasilkan Rp 3,1 miliar, objek candi menduduki peringkat dua. Berdasarkan kalkulasi setidaknya kawasan candi menyumbang hingga Rp 2,5 miliar. Sementara posisi tiga diduduki oleh objek wisata Kaliadem hingga Rp 1,3 miliar.

Dispar Sleman sendiri tengah berbenah untuk kawasan wisata candi yang mayoritas berada di kawasan Kecamatan Berbah, Kalasan, dan Prambanan. “Berupa pendampingan kepada pengelola maupun sektor pendukung terutama warga,” jelasnya.

Jajarannya juga tengah menyusun rencana peraturan daerah (raperda) retribusi Tebing Breksi. Hingga saat ini pengelolaan objek wisata tersebut masih dikelola oleh warga, jadi pengunjung belum dipungut biaya masuk.

“Saat ini masih dikenakan biaya parkir saja. Sesuai arahan pak bupati segera disusun untuk retribusinya. Agar pengelolaan lebih tertata dan bertambah professional,” katanya.

Peneliti Pariwisata Ike Janeta Dewi menuturkan, kawasan Tebing Breksi adalah potensi besar. Berada pada lingkup objek wisata besar tentunya menguntungkan. Salah satunya pengemasan wisata dalam produk paket oleh agen wisata.

“Peran Pemkab Sleman dalam penguatan sumber daya manusianya harus optimal. Apalagi keterlibatan warganya melalui paket-paket wisata. Misal dengan sajian kuliner tradisi, meski sederhana tapi sangat ikonik,” ujar Ike. (dwi/ila/ong)